IKNPOS.ID – Pi Coin sedang menunjukkan pola bullish setelah mengalami penurunan tajam sepanjang Maret 2025.
Dalam sebulan terakhir, harga Pi Coin anjlok hingga 65% ke level $0,83 akibat minimnya listing di bursa besar seperti Binance dan Coinbase.
Namun, sentimen pasar mulai berubah di April dengan adanya peluang listing di bursa besar yang bisa mendorong kenaikan harga hingga 65%.
Analisis Teknis: Pi Coin dalam Pola Falling Wedge
Secara teknikal, Pi Coin saat ini membentuk pola falling wedge, yang sering dianggap sebagai sinyal pembalikan bullish.
Jika breakout terjadi, harga bisa melonjak ke $1,50, naik sekitar 65% dari level saat ini.
Namun, ada faktor lain yang perlu diperhatikan, yaitu jadwal token unlock yang berpotensi menambah tekanan jual.
Pada April 2025, sebanyak 117 juta Pi Coin akan dirilis ke pasar. Jika permintaan tidak cukup kuat untuk menyerap pasokan ini, kenaikan harga bisa terhambat atau bahkan berbalik turun.
Oleh karena itu, perkembangan listing dan adopsi Pi Coin oleh lebih banyak bursa menjadi faktor kunci dalam pergerakan harga ke depan.
XLM di Titik Kritis: Naik atau Jatuh 15%?
Selain Pi Coin, Stellar Lumens (XLM) juga menghadapi momen krusial. Saat ini, harga XLM berada di $0,286, mendekati level support utama.
Pola rising wedge yang terbentuk dalam beberapa minggu terakhir menunjukkan potensi penurunan hingga 15%, terutama jika harga turun di bawah $0,28.
Namun, jika XLM mampu menembus level $0,31, ada kemungkinan pembalikan bullish dengan target harga lebih tinggi.
Volume perdagangan yang turun 10% dalam 24 jam terakhir mencerminkan ketidakpastian pasar, sehingga investor perlu mencermati pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan.
BlockDAG Melaju Cepat Menuju $1 dengan Momentum Kuat
Di sisi lain, BlockDAG (BDAG) menunjukkan performa yang lebih stabil dibandingkan Pi Coin dan XLM.
Dengan lebih dari $210 juta dana yang terkumpul dan 19 miliar koin terdistribusi, proyek ini telah menarik lebih dari 800.000 pengguna aktif melalui aplikasi X1 App.