IKNPOS.ID – Pemerintah Kota Surabaya tengah bersiap menyambut transformasi besar sebagai superhub megapolitan yang mendukung operasional penuh Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada tahun 2028.
Sebagai salah satu kota pelabuhan dan pusat logistik terbesar di Indonesia bagian timur, Surabaya diposisikan sebagai pintu masuk strategis lalu lintas barang dan jasa menuju Kalimantan, tempat IKN berada.
Upaya percepatan pembangunan ini bukan sekadar bagian dari visi jangka panjang, namun juga telah dituangkan secara resmi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya 2021–2026.
Dalam rencana tersebut, Surabaya didorong untuk naik kelas dari kota metropolis menjadi kota megapolitan dengan sistem pelayanan dan konektivitas yang lebih kompleks.
Percepatan Infrastruktur jadi Kunci
Menurut Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Dwi Djajawardana, dalam dua tahun ke depan akan dilakukan akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung IKN.
Fokus utama diarahkan pada penguatan konektivitas transportasi dari dan menuju bandara, pelabuhan, serta jaringan angkutan rel.
“Moda transportasi darat, udara dan laut di Surabaya sudah ada. Posisinya sangat strategis. Pembangunan infrastruktur itu akan menggunakan kombinasi pembiayaan dari APBD dan APBN,” jelas Dwija.
Proyek-proyek strategis yang diprioritaskan meliputi:
-
Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB)
-
Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT)
-
Surabaya East Ring Road (SERR)
-
Pelebaran Jalan Menganti – Lidah Wetan
Infrastruktur tersebut akan menunjang kelancaran arus logistik yang menjadi tulang punggung penghubung antara Pulau Jawa dan Kalimantan, terutama dalam mendukung pasokan ke IKN.
Update Progres Jalan Lingkar dan Jalan Arteri
Beberapa progres penting pembangunan infrastruktur di Surabaya antara lain:
-
Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) akan segera dilanjutkan pengerjaannya dalam waktu dekat. Proyek ini menjadi tulang punggung distribusi logistik ke barat kota dan jalur cepat menuju pelabuhan.
-
Untuk memperlancar pembangunan JLLB, Pemkot Surabaya sedang mempercepat proses penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) di simpang empat sebidang sisi Romokalisari. Targetnya, penyerahan lahan aset bisa rampung pada 2025.
-
Sementara itu, pembangunan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) direncanakan baru akan dimulai tiga tahun mendatang karena menunggu kesiapan lahan dan desain teknis.
-
Di sisi timur kota, Surabaya East Ring Road (SERR) yang membentang dari Kedung Cowek hingga Gunung Anyar tengah dimatangkan desainnya. Proyek ini masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) dan ditargetkan desainnya selesai tahun ini. Tahapan sosialisasi dan pembebasan lahan diproyeksikan dapat dimulai pada 2026.
Surabaya Jadi Superhub
Perubahan peran Surabaya dari metropolis menjadi megapolitan tidak lepas dari ambisi menjadikan kota ini sebagai superhub ekonomi dan logistik yang menyokong pertumbuhan IKN.
Dengan posisi geografis strategis, infrastruktur pelabuhan seperti Pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara Juanda akan memainkan peran vital dalam pergerakan barang dan orang.
Namun, tantangan juga tidak sedikit. Diperlukan manajemen tata kota, pengendalian kemacetan, serta sistem logistik yang terintegrasi agar potensi Surabaya sebagai superhub dapat direalisasikan optimal.