Home Tekno Investor Wajib Tahu! 4 Alasan Harga Pi Coin Bisa Ambruk ke $0,1, Ini Fakta Lengkapnya
Tekno

Investor Wajib Tahu! 4 Alasan Harga Pi Coin Bisa Ambruk ke $0,1, Ini Fakta Lengkapnya

Share
Pi Coin tenggelam
Bikin frustasi investor, Pi Coin tenggelam di bawah $1 penurunan signifikan dalam sehari. Foto: CryptoPotato
Share

IKNPOS.ID – Harga Pi Network (Pi Coin) kembali terpuruk dalam 24 jam terakhir, mata uang kripto ini turun hingga 20%, menembus titik kritis ke harga $0,44.

Ini menandai penurunan tajam yang berkepanjangan selama seminggu terakhir, dan menyingkirkan Pi Coin dari daftar 30 besar aset kripto global.

Sentimen pasar terhadap Pi Coin saat ini sangat negatif. Banyak investor mulai kehilangan harapan akan adanya pemulihan harga, bahkan muncul prediksi bahwa harga Pi Coin bisa jatuh hingga $0,1 atau setara Rp1.600-an jika dikonversikan.

Meski ada beberapa perkembangan di ekosistemnya, nyatanya tidak cukup kuat untuk membalikkan keadaan. Berikut ini ulasan lengkapnya.

Pi Network Masuk Fase Kejatuhan Bebas

Penurunan harga yang ekstrem ini menunjukkan bahwa Pi Coin gagal mempertahankan level support teknikal yang sebelumnya menjadi titik pantul harga.

Dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $500 juta, tekanan jual yang masif tampak sangat jelas.

Para investor melepaskan kepemilikan mereka akibat kekecewaan atas lambatnya peluncuran mainnet, serta proses KYC (Know Your Customer) yang belum rampung sepenuhnya.

Hal ini diperparah dengan kenyataan bahwa beberapa bursa kripto besar seperti Binance dan Coinbase belum tertarik untuk memasukkan Pi Coin ke daftar perdagangan mereka.

Ketiadaan listing di bursa utama menjadi pukulan berat bagi Pi Network karena membatasi likuiditas dan eksposur pasar. Alhasil, harga Pi Coin kian tak terkendali dalam tren penurunan.

Masalah Internal Juga Menambah Beban

Bukan hanya tekanan eksternal, Pi Network juga dihadapkan pada masalah internal dari komunitas pengembang. Salah satunya adalah proyek PiDaoSwap, yang mengeluhkan keterlambatan proses Know Your Business (KYB).

Sebagai bentuk solusi sementara, PiDaoSwap akhirnya memilih meluncurkan NFT-nya di jaringan Binance Chain, bukan di jaringan Pi Network, demi menjaga kelangsungan proyek sambil menunggu persetujuan regulasi.

Sementara itu, integrasi Banxa, yang awalnya diharapkan menjadi terobosan pembayaran dalam ekosistem Pi, justru tidak menunjukkan dampak positif yang signifikan bagi harga Pi Coin.

Share
Related Articles
Tekno

Keren Banget! Vivo X300s Jadi Ponsel Seri X Berkapasitas Baterai Terbesar

IKNPOS.ID - Vivo X300s dipastikan akan menjadi ponsel seri X dengan baterai...

Tekno

Realme 16 Pro+ dan 16 Pro Rilis di Indonesia, Dilengkapi Kamera 200MP

IKNPOS.ID - Realme resmi menghadirkan dua ponsel terbaru di Indonesia, yakni Realme...

one plus 16t
Tekno

Bakal Meluncur Akhir Maret, OnePlus 15T Dilengkapi Baterai 7.500mAh

IKNPOS.ID - OnePlus resmi memperlihatkan desain sekaligus opsi warna ponsel flagship ringkas...

Tekno

Resmi Rilis di Indonesia, OPPO A6s Dibanderol Mulai Rp4,8 Juta

IKNPOS.ID - OPPO resmi memperkenalkan OPPO A6s di pasar Indonesia sebagai salah...