Home Tekno Aneh! Pi Network Nyaris Tenggelam, Tapi Pendirinya Naik Kelas Jadi Sultan Kripto! Kok Bisa?
Tekno

Aneh! Pi Network Nyaris Tenggelam, Tapi Pendirinya Naik Kelas Jadi Sultan Kripto! Kok Bisa?

Share
Ilustrasi Tokenomics Pi Network
Struktur Tokenomics Pi Network, Distribusi 100 Miliar Pi
Share

Apa Itu Pi Network dan Kenapa Sempat Viral?

Buat kamu yang belum terlalu familiar, Pi Network adalah proyek kripto yang dulu sempat viral karena mengklaim bisa “menambang kripto dari HP” tanpa butuh daya besar.

Basis penggunanya disebut “pioneers”, dan kabarnya, sekarang sudah ada 65 miliar token yang dialokasikan untuk mereka dari total supply maksimum 100 miliar token.

Saking populernya, Pi sempat jadi salah satu proyek dengan komunitas terbesar meskipun belum benar-benar listing di bursa besar. Inilah yang membuat valuasinya sempat melejit di awal.

Siapa di Balik Pi Network?

Pi Network dikembangkan oleh perusahaan induk bernama SocialChain, yang kabarnya punya tim sekitar 40 orang menurut data PitchBook.

Meski jumlah timnya ramping, proyek ini berhasil menggaet jutaan pengguna dari seluruh duniamenjadikannya sebagai proyek kripto yang sangat diperhatikan, meski penuh tanda tanya.

Spekulasi dan Misteri Masih Menyelimuti

Meskipun transparansi mulai dituntut oleh banyak pihak, struktur tim, roadmap, serta governance token Pi masih belum sepenuhnya terbuka.

Inilah yang membuat banyak analis dan komunitas mulai mempertanyakan: Apakah Pi Network bisa bertahan dan bangkit lagi? Atau justru akan jadi proyek yang tinggal cerita?

Apa yang Bisa Diharapkan Selanjutnya?

Untuk sekarang, komunitas Pi Network hanya bisa berharap agar:

  • Mainnet benar-benar diluncurkan dalam waktu dekat

  • Ekosistem dApps tumbuh seperti janji awal

  • Likuiditas meningkat agar token punya nilai nyata

  • Struktur manajemen dan tata kelola proyek dibuka ke publik

Tanpa itu semua, harga Pi bisa terus tertekan meskipun proyeknya punya potensi besar dari sisi komunitas.

Antara Potensi dan Kenyataan

Pi Network berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, komunitas dan jumlah penggunanya luar biasa besar.

Tapi di sisi lain, kurangnya kejelasan soal roadmap, peluncuran mainnet, dan pengelolaan dana proyek membuat kepercayaan publik mulai goyah.

Yang jelas, meskipun harga jatuh, para pendirinya tetap duduk manis sebagai miliarder kripto.

Share
Related Articles
Tekno

Realme 16 Pro+ dan 16 Pro Rilis di Indonesia, Dilengkapi Kamera 200MP

IKNPOS.ID - Realme resmi menghadirkan dua ponsel terbaru di Indonesia, yakni Realme...

one plus 16t
Tekno

Bakal Meluncur Akhir Maret, OnePlus 15T Dilengkapi Baterai 7.500mAh

IKNPOS.ID - OnePlus resmi memperlihatkan desain sekaligus opsi warna ponsel flagship ringkas...

Tekno

Resmi Rilis di Indonesia, OPPO A6s Dibanderol Mulai Rp4,8 Juta

IKNPOS.ID - OPPO resmi memperkenalkan OPPO A6s di pasar Indonesia sebagai salah...

Peluncuran Vivo X300 FE Flagship Compact
Tekno

Vivo Diam-diam Luncurkan X300 FE: Flagship Compact dengan Snapdragon 8 Gen 5

IKNPOS.ID – Vivo kembali mengejutkan pasar teknologi global dengan meluncurkan anggota terbaru...