IKNPOS.ID – Meskipun mengalami penurunan harga signifikan, analis kripto Alex Obchakevich yakin Pi Network memiliki potensi jangka panjang. Pendiri Obchakevich Research ini menganalisa harga Pi Coin jatuh lantaran pembukaan token yang berlebihan.
Menurutnya, rilis bulanan Pi yang melampaui permintaan, membuat penurunan harga lebih lanjut dan tidak dapat dihindari.
Sejauh ini, sebanyak 4,9 miliar token Pi telah beredar, dengan 1,54 miliar lainnya akan dirilis selama tahun depan. Alex Obchakevich menduga, kelebihan pasokan ini semakin menekan harga Pi.
Karena itulah, Obchakevich memiliki keyakiain Pi Coin tetap memiliki potensi jangka panjang. Namun, Tim Inti Pi harus berfokus pada pengembangan nyata.
Pi punya potensi jangka panjang, ini penyebab harga anjlok
Selain pembukaan token berlebihan, penyebab lain adalah system Know Your Cusomer. Sistem KYC dianggap rusak dan merugikan.
Tidak seperti mata uang kripto lainnya, Pi mengharuskan pengguna untuk memverifikasi identitas mereka sebelum mentransfer token ke mainnet. Namun, proses ini sangat merepotkan.
Dari 60 juta pengguna yang menambang Pi, hanya 14 juta yang berhasil memigrasikan token mereka.
Banyak pengguna telah melaporkan transaksi yang gagal dan koin yang hilang, dengan media sosial dipenuhi dengan keluhan.
Sementara itu, tim pengembangan Pi tetap bungkam, menambah ketidakpercayaan yang tumbuh di antara para investor.
Seperti diketahui Pi Coin pernah menjadi salah satu mata uang kripto viral dan paling banyak dibahas oleh komunitas kripto.
Ketika meluncurkan mainnet-nya pada bulan Februari, kegembiraan melonjak, dan harganya melonjak hingga $2,98, yang sempat menempatkannya di antara 10 mata uang kripto teratas.
Namun hanya dalam waktu dua bulan, ceritanya berubah total. Harganya anjlok hingga $0,67 atau penurunan yang mengejutkan sebesar 78%.
Kapitalisasi pasarnya telah menyusut dari hampir $20 miliar menjadi hanya $4,56 miliar, membuat investor khawatir dan frustrasi.
Harga Pi Coin saat ini sebesar $0,6722 hanya sedikit di atas titik terendah sepanjang masa sebesar $0,6152 pada bulan Februari.