Home Pemerintahan RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Infrastruktur, Fokus pada Mitigasi Risiko Banjir di IKN
Pemerintahan

RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Infrastruktur, Fokus pada Mitigasi Risiko Banjir di IKN

Share
Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti memastikan kesiapan IKN menyambut pemindahan ASN tahun depan. Foto:@kementerianpu/IG
Share

IKNPOS.ID – Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama di bidang infrastruktur dengan Jepang.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menegaskan bahwa komitmen bilateral ini tetap solid meskipun terdapat restrukturisasi di Kementerian PU dan kebijakan efisiensi anggaran.

“Kami menyambut baik kunjungan Vice Minister for Engineering Affairs, Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) Jepang, Masayoshi Hirose. Terlepas dari restrukturisasi kementerian, kami tetap berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Jepang guna mendukung pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Diana di Jakarta, kemarin.

10 Proyek Infrastruktur dengan Pendanaan JICA

Dalam pertemuan tersebut, Diana mengungkapkan bahwa terdapat 10 proyek infrastruktur yang didanai melalui pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan total nilai mencapai 1,65 miliar dolar AS.

Proyek-proyek ini mencakup sektor irigasi, sungai dan pantai, jalan, serta sanitasi.

Selain itu, terdapat empat proyek prioritas yang akan segera mendapatkan pendanaan JICA, yaitu:

  1. Peningkatan Bendungan Sutami di DAS Brantas – 21,1 juta dolar AS
  2. Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan – 174 juta dolar AS
  3. Integrated Urban Flood Management Project di Jabodetabek – 95,32 juta dolar AS
  4. Pengembangan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Tahap 1 dan 2 – 64,9 juta dolar AS

Diana menegaskan bahwa proyek-proyek ini masih dalam tahap kajian ulang oleh Bappenas untuk memastikan kesesuaiannya dengan prioritas nasional.

Teknologi Infrastruktur dan Mitigasi Perubahan Iklim

Selain membahas pendanaan, pertemuan ini juga menyoroti kolaborasi dalam inovasi teknologi infrastruktur. High-Level Meeting (HLM) ke-11 di Kementerian PU menjadi ajang pertukaran kebijakan dan teknologi antara Indonesia dan Jepang.

Beberapa teknologi utama yang dibahas antara lain reclaimed asphalt (aspal daur ulang), sabo technology (pengendalian erosi dan sedimentasi), serta mitigasi risiko banjir di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Share
Related Articles
Pemerintahan

Pemprov Kaltim Pastikan Flyer Debat Gubernur Hoaks

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengklarifikasi beredarnya flyer atau selebaran digital...