Home Tekno Pi Network Hadapi Banyak Tantangan, Kini SuperNode Dipertanyakan
Tekno

Pi Network Hadapi Banyak Tantangan, Kini SuperNode Dipertanyakan

Share
SuperNode Pi Dipertanyakan
Setelah seputar KYC kini SuperNode PI mulai dipertanyakan.Foto: The Crypto News
Share

IKNPOS.ID – Sejak harga Pi Coin mengalami penurunan bertubi-tubi, proyek penambangan seluler Pi Network menghadapi banyak tantangan dan kritikan. Kini seputar SuperNode Pi dipertanyakan banyak orang di komunitas kripto.

Pi Network banyak menghadapai tantangan menyusul penurunan harga yang dramatis. Mulai dari masalah Know Your Customer (KYC), menurunnya minat pengguna dan sentimen pasar melemah.

Pi Network dulunya dianggap sebagai proyek kripto revolusioner. Tetapi harganya kini telah turun di bawah $1 dari harga tertinggi sepanjang masa di angka $3. Saat ini harga Pi diperdagangkan pada angka $0,93.

Meskipun meluncurkan proyek seperti PiDaoSwap dan domain .pi untuk memperluas ekosistemnya, namun kekhawatiran atas struktur Pi Network terus tumbuh.

Perdebatan baru mulai muncul seputar SuperNode-nya. Dengan banyak yang mempertanyakan apakah Pi Network benar-benar terdesentralisasi atau hanya sistem yang terkendali secara terpusat.

Pi Network mengklaim sebagai proyek yang bergerak karena komunitas, tetapi tim intinya (PCT) mengendalikan SuperNode yang memvalidasi transaksi.

Soal transparansi SuperNode Pi dipertanyakan

Tidak seperti Bitcoin atau Ethereum, yang bergantung pada ribuan node independen, pengelolaan Pi cukup ketat.

Awalnya, hanya ada tiga SuperNode, pengelolaan langsung oleh PCT di Kanada dan Finlandia. Kemudian  jumlah ini  meningkat menjadi 42, menurut Piscan.io. Tetapi seputar transparansi tetap menjadi masalah.

Sedangkan Pi Network sendiri belum memberikan daftar SuperNode dan menjelaskan bagaimana mereka dipilih. Karena harga Pi terus menurun dan masalah desentralisasi masih belum terselesaikan,  frustrasi pionir makin meningkat.

Sementara itu, Pioneer yang telah menjalankan node selama berbulan-bulan melaporkan tidak ada kemajuan atau penghargaan, sehingga kondisi menambah skeptisisme.

Beberapa khawatir bahwa hanya mereka yang memiliki koneksi orang dalam atau perangkat keras kelas atas yang dapat memenuhi syarat,. Hal ini tentu  bertentangan dengan janji Pi Network untuk membuat kripto dapat diakses oleh semua orang.

Share
Related Articles
Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...

Tekno

Ini Spesifikasi Motorola Edge 70 Fusion, Dilengkapi RAM hingga 12GB

IKNPOS.ID - Motorola dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran ponsel seri Edge perdananya pada...