Home Ramadhan Lebaran dan Tradisi Ketupat: Makna, Sejarah, dan Filosofinya
Ramadhan

Lebaran dan Tradisi Ketupat: Makna, Sejarah, dan Filosofinya

Share
Share
  1. Bakda Lebaran: Dirayakan pada 1 Syawal sebagai puncak Idul Fitri.

  2. Bakda Kupat: Dirayakan seminggu setelah Idul Fitri sebagai bentuk syukur dan penyempurnaan ibadah, terutama bagi yang menjalankan puasa sunah enam hari di bulan Syawal.

Tradisi Bakda Kupat hingga kini masih lestari di beberapa daerah, khususnya di Jawa dan Madura.

Biasanya, masyarakat akan menggelar acara selamatan di masjid atau tempat ibadah lain sambil membagikan ketupat kepada tetangga dan kerabat.

Mengapa Ketupat Selalu Ada Saat Lebaran?

Ada beberapa alasan mengapa ketupat selalu hadir dalam perayaan Idul Fitri, di antaranya:

  • Lambang Penyucian Diri → Ketupat menjadi simbol kemenangan dalam menahan hawa nafsu dan menyucikan diri setelah berpuasa.

  • Makanan Praktis → Ketupat bisa bertahan lebih lama dibandingkan nasi biasa, sehingga cocok disajikan saat Lebaran ketika banyak keluarga yang melakukan silaturahmi.

  • Tradisi yang Mengakar → Ketupat telah menjadi bagian dari budaya Nusantara sejak zaman Wali Songo dan terus dilestarikan oleh masyarakat Indonesia.

Selain itu, ketupat juga sering disajikan dengan berbagai hidangan khas Lebaran lainnya, seperti opor ayam, rendang, sambal goreng ati, dan sayur labu.

Ketupat di Berbagai Daerah: Ragam Nama dan Variasi

Meskipun dikenal luas di Jawa, tradisi ketupat juga bisa ditemukan di berbagai daerah dengan nama dan bentuk yang beragam, seperti:

  • Sumatera: Disebut “Ketupat Lebaran”, biasanya disajikan dengan gulai atau rendang.

  • Madura: Disebut “Ketupat Sotor”, sering dinikmati dengan soto Madura.

  • Sulawesi:  Disebut “Burasa” atau “Ketupat Bugis”, menggunakan santan untuk menghasilkan rasa yang lebih gurih.

  • Bali dan Lombok: Disebut “Ketipat”, menjadi bagian dari hidangan tradisional seperti sate dan plecing kangkung.

Sejarah Panjang

Ketupat bukan sekadar makanan khas Lebaran, tetapi juga memiliki nilai filosofi dan sejarah panjang dalam budaya Islam di Indonesia. Tradisi ini diwariskan sejak zaman Sunan Kalijaga dan terus dilestarikan oleh masyarakat hingga kini.

Selain sebagai hidangan khas, ketupat juga menjadi simbol kemenangan spiritual, kebersamaan, dan rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Share
Related Articles
Ramadhan

Panduan Lengkap Zakat Fitrah 2026: Nominal Terbaru, Niat, dan Cara Bayar Anti-Ribet

IKNPOS.ID - Menjelang fajar Idul Fitri 1447 H, ada satu kewajiban mulia...

Ramadhan

Berkah Ramadan di IKN: Senyum Bahagia Warga Terima Wakaf Al-Qur’an dan Kurma

IKNPOS.ID - Di tengah deru mesin konstruksi dan megahnya pembangunan Ibu Kota...

Ramadhan

Masjid Negara IKN Siapkan 700 Porsi Takjil per Hari

IKNPOS.ID - Suasana Ramadhan 1447 Hijriah di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN)...

Ramadhan

Kaltim Tetapkan Zakat Fitrah 2026, Ini Daftar Lengkap Besarannya di 10 Daerah

IKNPOS.ID - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur resmi menetapkan...