Home Ramadhan Lebaran dan Tradisi Ketupat: Makna, Sejarah, dan Filosofinya
Ramadhan

Lebaran dan Tradisi Ketupat: Makna, Sejarah, dan Filosofinya

Share
Share

IKNPOS.ID – Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momen spesial bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Lebaran 2025 diperkirakan akan dirayakan secara bersamaan di Tanah Air, membawa suka cita bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Lebaran selalu identik dengan berbagai tradisi khas yang diwariskan turun-temurun.

Salah satu yang paling melekat dalam budaya masyarakat Indonesia adalah kehadiran ketupat. Hidangan ini tidak hanya menjadi sajian wajib di meja makan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam.

Makna Filosofis Ketupat dalam Perayaan Lebaran

Ketupat atau kupat dalam bahasa Jawa memiliki arti simbolis yang kaya. Mengutip artikel ilmiah “Makna Kultural Kepercayaan Masyarakat Jawa Terhadap Ketupat di Momen Lebaran: Kajian Antropologi Linguistik” oleh Alvina Maghfiroha dan Nurhayati, ketupat melambangkan beberapa konsep penting dalam kehidupan, di antaranya:

  • Ngaku Lepat: Mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada sesama.

  • Jalan Papat: Empat tindakan utama dalam Lebaran, yaitu Lebaran (pintu maaf terbuka), Luberan (berbagi rezeki), Leburan (melebur dosa), dan Laburan (menyucikan diri).

  • Janur dan Beras: Anyaman janur (daun kelapa muda) yang membungkus ketupat melambangkan kompleksitas kehidupan manusia, sedangkan nasi putih di dalamnya melambangkan hati yang telah bersih setelah menjalani ibadah puasa.

Karena makna spiritualnya yang dalam, ketupat bukan sekadar makanan, tetapi juga menjadi simbol kemenangan umat Muslim dalam mengendalikan hawa nafsu selama bulan Ramadhan.

Sejarah Ketupat: Dari Dakwah Sunan Kalijaga Hingga Tradisi Lebaran

Sejarah ketupat dalam perayaan Idul Fitri di Indonesia tidak terlepas dari peran Sunan Kalijaga, salah satu anggota Wali Songo yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa. Mengutip penelitian ilmiah “Nilai Pendidikan dalam Tradisi Lebaran Ketupat Masyarakat Suku Jawa Tondano di Gorontalo” oleh Muh. Arif dan Melki Yandi Lasantu, Sunan Kalijaga memperkenalkan dua perayaan setelah bulan Ramadhan, yaitu:

Share
Related Articles
Ramadhan

Panduan Lengkap Zakat Fitrah 2026: Nominal Terbaru, Niat, dan Cara Bayar Anti-Ribet

IKNPOS.ID - Menjelang fajar Idul Fitri 1447 H, ada satu kewajiban mulia...

Ramadhan

Berkah Ramadan di IKN: Senyum Bahagia Warga Terima Wakaf Al-Qur’an dan Kurma

IKNPOS.ID - Di tengah deru mesin konstruksi dan megahnya pembangunan Ibu Kota...

Ramadhan

Masjid Negara IKN Siapkan 700 Porsi Takjil per Hari

IKNPOS.ID - Suasana Ramadhan 1447 Hijriah di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN)...

Ramadhan

Kaltim Tetapkan Zakat Fitrah 2026, Ini Daftar Lengkap Besarannya di 10 Daerah

IKNPOS.ID - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur resmi menetapkan...