Home Tekno Jadi Alat Pembayaran Perusahaan Besar, PI Hadapi Tantangan Regulasi di Sejumlah Negara
Tekno

Jadi Alat Pembayaran Perusahaan Besar, PI Hadapi Tantangan Regulasi di Sejumlah Negara

Share
PI hadapi tantangan regulasi
Penerimaan Pi Coin sudah meluas namun Pi menghadapi tantangan regulasi. Foto: Binance
Share

IKNPOS.ID – Penggunaan Pi Coin, token asli Pi Network dengan sebutan ‘Tap to Earn’ mulai meluas ke sejumlah negara. Namun demikian, PI hadapi tantangan regulasi di sejumlah  negara.

Kini semakin banyak bisnis di Amerika Serikat, Tiongkok, Vietnam, Korea Selatan, Thailand dan India telah menerima Pi Coin sebagai alat pembayaran.

Orang-orang sekarang menggunakan Pi Coin untuk membeli barang-barang seperti mobil, sekadar minum kopi, dan masih banyak lagi.

Tetapi, meski penggunaannya meningkat dan menarik perhatian, beberapa otoritas di sejumlah negara mengingatkan bahwa pembayaran Pi Coin belum berizin atau belum sah.

Salah satu contoh adopsi Pi terbaru datang dari Amerika Serikat, sebuah dealer mobil Cube Motors. Dealer mobul ini terkenal di Floria telah menyatakan bermitra dngan Pi Coin. Cube Motor menerima pembayaran pembelian mobil menggunakan Pi Coin.

Pi Coin juga telah merambah sektor real estat. Zito Realty, perusahaan real estat terkemuka di Florida AS telah bekerja sama dengan Pi Coin. Dengan kerja sama ini, memungkinkan pembayaran pembelian properti dengan Pi Coin.

Sementara itu, di Tiongkok, adopsi Pi Coin juga semakin diminati, khususnya di sektor otomotif. BYD Auto Service Co., Ltd., yang berkantor pusat di Changsha, kini menjual mobil sepenuhnya menggunakan pembayaran Pi Coin.

Pembeli menggunakan Pi pada Nilai Konsensus Global (GCV) yang tetap, menunjukkan penggunaan koin di dunia nyata yang terus meningkat.

Pi Coin Hadapi tantangan regulasi di sejumlah negara

Meskipun penggunaan Pi Coin terus meningkat, beberapa negara telah menyuarakan kekhawatiran. Pejabat di Tiongkok, Vietnam, dan Thailand telah memperingatkan bahwa penggunaan Pi untuk pembayaran mungkin tidak diizinkan.

Polisi Vietnam bahkan memperingatkan orang-orang tentang kemungkinan risiko karena aturan negara tersebut tentang uang digital.

Di Korea Selatan, kripto belum menerimanya secara resmi untuk pembayaran, membuat transaksi Pi menjadi tidak pasti.

Namun terlepas dari masalah ini, lebih banyak bisnis mulai menerima Pi, menunjukkan bahwa banyak orang masih mempercayainya sebagai cara baru untuk membayar.

Share
Related Articles
Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...

Tekno

Ini Spesifikasi Motorola Edge 70 Fusion, Dilengkapi RAM hingga 12GB

IKNPOS.ID - Motorola dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran ponsel seri Edge perdananya pada...

Nottingham Forest Menang Europa League
Tekno

Debut Manis Vitor Pereira: Nottingham Forest Hancurkan Fenerbahce di Turki

IKNPOS.ID – Vítor Pereira memberikan dampak instan pada pertandingan pertamanya sebagai nakhoda...