IKNPOS.ID – Pada 26 Maret 2025, umat Islam di Indonesia memasuki fase akhir Ramadan dan bersiap menyambut Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 31 Maret atau 1 April 2025. Dengan demikian, hitung mundur Idul Fitri sekitar 5 hingga 6 hari lagi. Tergantung hasil pengamatan hilal pada malam ke-29 Ramadan nanti.
Berdasarkan perhitungan astronomi, umat Islam Indonesia saat ini berada dalam fase:
- 5 hari lagi jika mengikuti Muhammadiyah (31 Maret 2025)
- 6 hari lagi jika mengikuti hasil rukyat (1 April 2025)
Fakta Penting:
- Ijtimak akhir Ramadan: 29 Maret pukul 17.57 WIB
- Tinggi hilal diperkirakan masih di bawah ufuk
- Kemungkinan besar puasa genap 30 hari
3 Pandangan Resmi tentang 1 Syawal 1446 H
1. Muhammadiyah: Pasti 31 Maret 2025
Metode:Â Hisab hakiki wujudul hilal
Keputusan:
- Sudah ditetapkan melalui Maklumat No. 1/MLM/I.0/E/2025
- Berdasarkan perhitungan matematis astronomi
- Tidak bergantung pada pengamatan visual
Dasar Penetapan:
“Di seluruh Indonesia bulan berada di bawah ufuk, sehingga Ramadan digenapkan 30 hari” (Sumber: muhammadiyah.or.id)
2. Pemerintah: Tunggu Sidang Isbat 29 Maret
Prosedur Resmi:
- Gabungan metode hisab dan rukyat
- 130 titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia
- Sidang dipimpin Menag secara langsung
Kemungkinan Hasil:
- Jika hilal terlihat: Lebaran 31 Maret
- Jika tidak terlihat: Lebaran 1 April
3. NU: Berpegang pada Rukyatul Hilal
Prinsip:
- Hanya menerima hasil pengamatan visual
- Mengirim 500 tim pemantau
- Jika hilal tidak terlihat, puasa digenapkan 30 hari
Catatan:Â 90% tahun sebelumnya NU sepakat dengan pemerintah
Dampak Perbedaan Tanggal Lebaran
- Jadwal Shalat Id:
- Muhammadiyah: 31 Maret pagi
- Pemerintah/NU: Menunggu keputusan
- Cuti Bersama:
- Kemungkinan: 30 Maret – 3 April 2025
- Skenario terburuk: Beda hari libur antar organisasi
- Arus Mudik:
- Puncak mudik: 28-30 Maret
- Arus balik: 2-5 April
Menyikapi Perbedaan Hitung Mundur Idul FitriÂ
- Hormati keputusan masing-masing ormas
- Pantau pengumuman resmi Kemenag
- Siapkan dua skenario persiapan lebaran
- Manfaatkan cuti dengan bijak
Prediksi Ahli Astronomi:
“Berdasar data, kemungkinan besar hilal tidak terlihat sehingga Lebaran jatuh 1 April” – Prof. Thomas Djamaluddin