Catatan Dahlan Iskan

Fikri Jufri

Share
Share

Fikri minta saya mengganti “lead” itu. Lama saya mikir. Tidak ketemu. Fikri teriak. Mana “lead” yang baru. Saya paksakan bikin “lead” sekuat pikiran saya.

“Masih belum menarik,” katanya. “Bikin lagi,” tambahnya.

Setelah empat kali ganti “lead” akhirnya Fikri bilang: “ini baru menarik”. Ia pun lantas memasukkan “lead” baru itu ke dalam tulisan saya yang sudah ia rombak total.

Menulis “lead” untuk majalah mingguan jauh lebih sulit daripada menulis lead untuk surat kabar. Tapi, kelak, saat memimpin Jawa Pos saya mengharuskan wartawan menulis “lead” yang baik meskipun untuk koran.

Fikri adalah guru saya di bidang penulisan “lead”. Selebihnya saya hanya mengenalnya sebagai wartawan yang hebat. Ia wartawan ekonomi yang luar biasa. Lobi-lobi-nya dengan kalangan atas sangat luas. Dengan para menteri ekonomi dan keuangan. Juga dengan para pengusaha besar.

Fikri Jufri adalah satu-satunya wartawan yang mampu melakukan wawancara khusus dengan konglomerat nomor satu Indonesia saat itu: Liem Sioe Liong. Hasil wawancara itu dimuat sebagai laporan utama. Oplah TEMPO mencapai rekor tetinggi dalam sejarahnya: 175.000 eksemplar. (Dahlan Iskan)

Share
Related Articles
Hari Kemenangan?
Catatan Dahlan Iskan

Hari Kemenangan?

Oleh: Dahlan Iskan Tidak hanya saya yang tidak bisa kumpul keluarga di...

Catatan Dahlan Iskan

Garam Listrik

Oleh: Dahlan Iskan https://youtu.be/6gtSTkIJcec Dari pabrik alat berat terbesar di dunia, saya...

XCMG Mlilir
Catatan Dahlan Iskan

XCMG Mlilir

Oleh: Dahlan Iskan Pabrik hebat yang saya kunjungi ini dulunya hanya pembuat...

Otak Maextro
Catatan Dahlan Iskan

Otak Maextro

Oleh: Dahlan Iskan Saya naik iPhone di Xuzhou, Tiongkok. Kali pertama dalam...