IKNPOS.ID – Pi Network kembali menjadi sorotan setelah harga aset kriptonya anjlok hingga $0,81 per 26 Maret 2025—penurunan 69% dari puncak $3 pada awal tahun. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor menjelang tanggal 3 April yang diprediksi menjadi titik balik kritis. Berikut 3 biang kerok yang memicu krisis dan membuat Harga Pi Coin Ambyar.
1. Dampak Kebijakan Moneter The Fed
Keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,50% pada pertemuan FOMC Maret 2025 menciptakan gejolak di pasar kripto. Investor global beralih ke aset safe-haven, menyebabkan penjualan besar-besaran aset berisiko seperti Pi Coin.
- Sentimen Makroekonomi: Kebijakan The Fed memengaruhi likuiditas pasar, mengurangi minat terhadap proyek kripto yang belum matang seperti Pi Network.
- Volatilitas Indikator: Indeks Fear & Greed kripto turun ke level 45, menunjukkan dominasi ketakutan di kalangan trader.
2. Ancaman Gelombang Token Unlock
Jadwal pelepasan 115,57 juta token PI pada April 2025 menjadi momok bagi pasar. Rincian distribusinya meliputi:
- 3 April : 6,8 juta (Tekanan jual jangka pendek)
- 15 April: 28 juta (Peningkatan likuiditas)
- 30 April: 80,77 juta (Risiko inflasi suplai)
Ketidakhadiran mekanisme token burn memperparah kondisi ini, memicu kekhawatiran kelebihan pasokan yang menekan harga.
3. Kegalauan Komunitas Soal Listing Binance
Hasil voting komunitas pada Februari 2025 menunjukkan 87,1% dukungan untuk listing Pi Coin di Binance. Namun, ketiadaan konfirmasi resmi dari pihak bursa memicu aksi jual panik:
- Efek Psikologis: Investor ritel kecewa karena harapan “pompa harga” pasca-listing pupus.
- Likuiditas Terbatas: Hanya 30% volume perdagangan Pi Coin yang berasal dari bursa terpusat, memperlambat pemulihan harga.
Sinyal Bearish Menguat & Level Krusial
- Support: $0,80 (jika tembus, harga bisa jatuh ke $0,70).
- Resistance: $1,10 (titik kunci untuk rebound).
Aksi Kolektif Pemegang Token
Sebagian komunitas menggalang gerakan #HoldPiChallenge untuk mengurangi tekanan jual. Namun, efektivitasnya diragukan karena 330 juta PI telah mengalir ke bursa dalam sepekan terakhir.