Home Borneo Realisasi APBD Kabupaten PPU 2024 Tembus 94 Persen, Target PAD Tahun Ini Meningkat Rp200 Milar
Borneo

Realisasi APBD Kabupaten PPU 2024 Tembus 94 Persen, Target PAD Tahun Ini Meningkat Rp200 Milar

Share
Ilustrasi - Keberadaan IKN mendongkrak nilai investasi di Penajam Paser Utara bahkan melampaui target yang ditetapkan. Foto:IST
Share

IKNPOS.ID – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada tahun 2024 menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Muhajir, mengungkapkan bahwa realisasi anggaran daerah pada tahun 2024 mencapai 94,7 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan 92 persen pada 2023.

“Kita sudah melakukan perhitungan belanja, semua sinkronisasi belanja dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah masuk,” ungkap Muhajir.

Tingginya realisasi anggaran tahun 2024 dipengaruhi oleh percepatan pelaksanaan program-program pekerjaan, khususnya yang bersifat fisik.

Proyek-proyek tersebut dikerjakan lebih awal, sehingga dapat diselesaikan sebelum akhir tahun anggaran.

“Realisasi tahun 2024 itu lumayan tinggi dibanding sebelumnya,” ujarnya.

Muhajir menambahkan bahwa capaian tahun lalu telah memenuhi target yang ditetapkan, dan pihaknya optimis bisa mencapai target yang sama pada tahun 2025.

“Tahun ini targetnya juga di angka 90 persen, tetapi kita juga harus melihat kebijakan pusat yang saat ini turun, terutama terkait efisiensi,” katanya.

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melampaui Target

Selain realisasi APBD yang meningkat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Penajam Paser Utara juga mengalami kenaikan signifikan pada 2024.

Hal ini mendorong pemerintah daerah untuk menetapkan target PAD yang lebih tinggi di tahun 2025.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) PPU, Hadi Saputro, mengatakan bahwa target PAD tahun ini dinaikkan menjadi Rp200 miliar, seiring dengan realisasi PAD tahun lalu yang melampaui target.

“Tahun ini, target kita naik karena tahun kemarin alhamdulillah melebihi target,” ujar Hadi.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2024, pendapatan daerah dari sektor pajak dan retribusi mencapai Rp170 miliar lebih, jauh melebihi target awal sebesar Rp140 miliar.

Penyumbang terbesar PAD masih berasal dari pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak penerangan jalan, dan pajak hiburan.

“Paling tinggi masih dari PBB, kalau dari pariwisata belum ya,” jelasnya.

Share
Related Articles
Borneo

Stok Beras Aman Jelang Ramadhan 2026, Bulog Samarinda Pastikan 18 Ribu Ton Siap untuk Kaltim

IKNPOS.ID - Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, Perum Bulog Cabang Samarinda memastikan...

Borneo

KM Dahliya F3 Tenggelam di Sungai Mahakam, Begini Kondisi 52 Penumpang dan ABK-nya

IKNPOS.ID - Kapal Motor (KM) Dahliya F3 yang melayani rute Samarinda –...

Borneo

Pascadugaan Keracunan Menu MBG, Pemkab PPU Perketat Pengawasan Pangan di Serambi IKN

IKNPOS.ID - Sebanyak 25 siswa SDN 008 Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara...

Dampak IKN terhadap pariwisata Kaltim
Borneo

Tingkatkan Kualitas SDM Pariwisata, Dispar Kaltim Gelar Sertifikasi Pramuwisata

IKNPOS.ID - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) terus mendorong peningkatan...