3. Konsekuensi penurunan harga
Memberikan harga terlalu tinggi pada rumah sering kali menyebabkan perlunya penurunan harga saat pembeli tidak begitu tertarik. Pemotongan harga ini dapat mengirimkan sinyal negatif ke pasar. Calon pembeli bisa jadi menganggap rumah tersebut tidak menarik atau menganggap penjual sedang membutuhkan uang. Penawaran menjadi terlalu rendah dan penjualan menjadi tertunda.
4. Kerugian finansial
Menetapkan harga rumah yang terlalu tinggi dapat membebani keuangan. Seperti biaya beriklan, pembayaran cicilan, pajar properti, dan biaya perawatan. Selain itu, rumah terpaksa dijual dengan harga rendah, dibandingkan dengan harga yang dipatok dengan tepat sejak awal. Penetapan harga yang terlalu tinggi juga dapat menghalangi pembeli yang serius. Mengurangi peluang mendapatkan penjualan dengan cepat dan menguntungkan.
5. Kesulitan dalam mendapatkan penilaian dan pinjaman
Ketika harga rumah terlalu tinggi, sering kali tidak sesuai dengan nilai taksirannya selama proses persetujuan pinjaman pembeli. Pemberi pinjaman mendasarkan pinjaman pada nilai taksiran, bukan harga yang diminta, sehingga menciptakan selisih yang mungkin perlu ditutupi pembeli dari kantong mereka sendiri. Ketidaksesuaian finansial ini dapat menyebabkan transaksi gagal, karena sebagian besar pembeli tidak mampu mengupayakan pinjaman karena terpaku pada aturan. Akibatnya, harga yang terlalu tinggi dapat mempersulit proses penjualan dan menghalangi pembeli mendapatkan pinjaman.
6. Penawaran yang terlalu rendah
Menetapkan harga rumah yang terlalu tinggi dapat menjadi bumerang dengan menarik penawaran yang terlalu rendah. Pembeli mungkin menganggap harga yang terlalu tinggi tidak realistis dan berasumsi Anda sedang membutuhkan uang. Apalagi terpasang di iklan terlalu lama. Pola pikir ini sering kali membuat mereka bernegosiasi secara agresif atau menawarkan harga yang jauh di bawah harga yang diminta. Alih-alih mencapai nilai yang diinginkan, justru mungkin menghadapi penawaran yang meremehkan nilai rumah yang dimiliki. Sehingga, perlu mempertimbangkan lagi strategi penjualan.
- Bersikap realistis
- biaya perawatan
- daya tawar rumah rendah
- fakta objektif
- flutktuatif pasar
- harga di bawah pasar
- harga realistis
- harga rumah di pasar properti
- harga rumah kompetitif
- harga rumah terlalu tinggi
- iklan jual rumah
- iklan properti
- jual rumah terlalu mahal
- kerugian
- kerugian finansial
- keuntungan
- kondisi ekonomi
- memaksimalkan keuntungan
- mematok harga rumah terllau tinggi
- mematok tinggi harga rumah
- menjual rumah
- nilai kondisi rumah
- Nilai Properti
- Pajak Properti
- Pasar Properti
- pasar real estat
- pasar real estate
- pasar rumah
- pasar rumah menguntungkan
- peluang pasar prorperti
- Pembayaran Hipotek
- pembelian rumah
- pemintaan rumah
- penetapan harga rumah
- penjualan rumah
- penurunan harga
- pertimbangkan kodisi pasar
- perubahan pasar properti
- risiko harga rumah terlalu tinggi
- risiko kehilangan rumah
- rumah harga tinggi menurunkan minat pembeli
- rumah harga tinggi tidak laku-laku
- rumah mahal menurunkan minat pembeli
- suku bunga
- tagihan utilitas







