Home Lifestyle 9 Risiko Jual Rumah dengan Harga Terlalu Tinggi
Lifestyle

9 Risiko Jual Rumah dengan Harga Terlalu Tinggi

Share
Memamtok harga rumah terlalu tinggi menyebabkan lama di pasaran. Foto: Sail Home Team
Share

3. Konsekuensi penurunan harga

Memberikan harga terlalu tinggi pada rumah sering kali menyebabkan perlunya penurunan harga saat pembeli tidak begitu tertarik. Pemotongan harga ini dapat mengirimkan sinyal negatif ke pasar. Calon pembeli bisa jadi menganggap rumah tersebut tidak menarik atau menganggap penjual sedang membutuhkan uang. Penawaran menjadi terlalu rendah dan penjualan menjadi tertunda.

4. Kerugian finansial

Menetapkan harga rumah yang terlalu tinggi dapat membebani keuangan. Seperti biaya beriklan, pembayaran cicilan, pajar properti, dan biaya perawatan. Selain itu, rumah terpaksa dijual dengan harga rendah, dibandingkan dengan harga yang dipatok dengan tepat sejak awal. Penetapan harga yang terlalu tinggi juga dapat menghalangi pembeli yang serius. Mengurangi peluang mendapatkan penjualan dengan cepat dan menguntungkan.

5. Kesulitan dalam mendapatkan penilaian dan pinjaman

Ketika harga rumah terlalu tinggi, sering kali tidak sesuai dengan nilai taksirannya selama proses persetujuan pinjaman pembeli. Pemberi pinjaman mendasarkan pinjaman pada nilai taksiran, bukan harga yang diminta, sehingga menciptakan selisih yang mungkin perlu ditutupi pembeli dari kantong mereka sendiri. Ketidaksesuaian finansial ini dapat menyebabkan transaksi gagal, karena sebagian besar pembeli tidak mampu mengupayakan pinjaman karena terpaku pada aturan. Akibatnya, harga yang terlalu tinggi dapat mempersulit proses penjualan dan menghalangi pembeli mendapatkan pinjaman.

6. Penawaran yang terlalu rendah

Menetapkan harga rumah yang terlalu tinggi dapat menjadi bumerang dengan menarik penawaran yang terlalu rendah. Pembeli mungkin menganggap harga yang terlalu tinggi tidak realistis dan berasumsi Anda sedang membutuhkan uang. Apalagi terpasang di iklan terlalu lama. Pola pikir ini sering kali membuat mereka bernegosiasi secara agresif atau menawarkan harga yang jauh di bawah harga yang diminta. Alih-alih mencapai nilai yang diinginkan, justru mungkin menghadapi penawaran yang meremehkan nilai rumah yang dimiliki. Sehingga, perlu mempertimbangkan lagi strategi penjualan.

Share
Related Articles
Lifestyle

Mengenal Sleep Tourism: Tren Liburan ‘Wisata Tidur’ yang Tengah Viral

IKNPOS.ID - Masyarakat kota selalu menghadapi pekerjaan yang tinggi sehingga menguras tenaga...

Lifestyle

Prediksi Tren Warna Fashion 2026: Dari Estetika Alam hingga Dominasi Cool Blue

IKNPOS.ID - Industri mode dunia terus berputar dengan dinamika yang sangat cepat....

Lifestyle

Ramalan Shio Kambing 2026: Peluang Emas Karier Global dan Puncak Popularitas

IKNPOS.ID - Tahun Naga Kayu baru saja berlalu, dan kini fokus beralih...

Rahasia Tahun Kuda Api 2026
Lifestyle

Menanti Bangkitnya ‘Kuda Api’ Setelah 6 Dekade: Saat Tradisi Imlek Bertemu Keajaiban Kosmik

IKNPOS.ID – Dunia bersiap menyambut kembalinya salah satu energi paling dinamis dalam...