IKNPOS.ID – Mematok harga dengan tepat salah satu langkah penting dalam menjual rumah.Meski tergoda mematok tinggi harga rumah demi keuntungan atau untuk memberi ruang negosiasi, namun strategi ini sering kali justru menjadi bumerang.
Rumah dipatok dengan harga terlalu tinggi cenderung menjauhkan pembeli yang serius, tidak laku -laku akhirnya malah dijual dengan harga di bawah yang seharusnya.
Menetapkan harga terlalu tinggi dapat menimbulkan efek berantai, mulai dari penawaran terlalu rendah, hingga peluang hilang di pasar yang berfluktuasi.
Mematok harga rumah terlalu tinggi merupakan ide yang salah, dan ini 9 risiko yang terjadi dan cara menentukan harga rumah dengan tepat serta memastikan proses penjualan lancar dan menguntungkan.
Mengapa mematok harga rumah terlalu tinggi merupakan ide yang buruk?
Mematok harga rumah terlalu tinggi mungkin tampak seperti langkah strategis, tetapi sering kali memiliki efek sebaliknya, yaitu membuat calon pembeli enggan membeli dan mempersulit proses penjualan.
Ini 9 risiko jual rumah dengan harga tinggi
1. Menurunkan minat pembeli
Rumah yang harganya terlalu mahal dapat langsung membuat pembeli menjauh. Sebab, kebanyakan orang yang akan membeli rumah sudah melihat di pasaran dan membuat perbandingan.
Jika properti yang ditawarkan terlalu mahal dibandingkan dengan rumah serupa di area tersebut, maka pembeli mundur. Bahkan di pasar yang kompetitif, pembeli cenderung tidak mengajukan penawaran pada rumah yang mereka anggap terlalu mahal. Harga rumah terlalu mahal memiliki sedikit peminat dan daya tawar lebih rendah.
2. Menurunkan nilai persepsi
Harga rumah dipatok dengan harga terlalu tinggi, akan berada di pasaran terlalu lama karena tidak laku-laku. Rumah yang dijual tapi tak laku-laku justru menimbulkan tanda tanya dan kecurigaan calon pembeli. Calon pembeli biasanya mempertanyakan apakah ada yang salah dari rumah dijual itu. Semakin lama berada di pasaran tetapi tidak laku juga akan mengurangi nilai persepsi dari rumah yang dijual. Akhirnya terpaksa menurunkan harga lebih agar menarik perhatian pembeli.
- Bersikap realistis
- biaya perawatan
- daya tawar rumah rendah
- fakta objektif
- flutktuatif pasar
- harga di bawah pasar
- harga realistis
- harga rumah di pasar properti
- harga rumah kompetitif
- harga rumah terlalu tinggi
- iklan jual rumah
- iklan properti
- jual rumah terlalu mahal
- kerugian
- kerugian finansial
- keuntungan
- kondisi ekonomi
- memaksimalkan keuntungan
- mematok harga rumah terllau tinggi
- mematok tinggi harga rumah
- menjual rumah
- nilai kondisi rumah
- Nilai Properti
- Pajak Properti
- Pasar Properti
- pasar real estat
- pasar real estate
- pasar rumah
- pasar rumah menguntungkan
- peluang pasar prorperti
- Pembayaran Hipotek
- pembelian rumah
- pemintaan rumah
- penetapan harga rumah
- penjualan rumah
- penurunan harga
- pertimbangkan kodisi pasar
- perubahan pasar properti
- risiko harga rumah terlalu tinggi
- risiko kehilangan rumah
- rumah harga tinggi menurunkan minat pembeli
- rumah harga tinggi tidak laku-laku
- rumah mahal menurunkan minat pembeli
- suku bunga
- tagihan utilitas







