Home Tekno Soal Investasi dan Izin Edar iPhone 16, Indonesia Beri 2 Opsi ke Apple
Tekno

Soal Investasi dan Izin Edar iPhone 16, Indonesia Beri 2 Opsi ke Apple

Share
Share

IKNPOS.ID – Pemerintah Indonesia akan bernegosiasi dengan Apple terkait rencana investasinya di Tanah Air.

Pertemuan dengan Apple direncanakan pada 7 Januari 2025 di Jakarta. Kepentingan nasional akan diutamakan saat bernegosiasi dengan Apple.

“Kami mengedepankan kepentingan nasional melalui pembangunan manufaktur di Indonesia,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, Jumat, 3 Januari 2025.

Dalam proses negosiasi tersebut, lanjut Febri, pihaknya akan mengusung empat prinsip berkeadilan.

Yaitu investasi Apple di negara lain, investasi produsen handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) selain Apple di Indonesia, nilai tambah dan pendapatan bagi Indonesia, serta penyerapan tenaga kerja dalam ekosistem.

Menurut Febri, ke depan Apple memiliki dua opsi. Yakni membuat pabrik manufaktur di Indonesia melalui negosiasi dengan pihak Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) atau skema inovasi dengan negosiasi melalui Kementerian Perindustrian.

Apabila Apple tetap menginginkan untuk menanamkan modal melalui skema inovasi, pihaknya sudah menyiapkan perhitungan teknokratis yang berkeadilan. Sehingga izin edar produk Apple yakni iPhone 16 bisa terbit.

“Pemerintah mendorong Apple untuk menggunakan skema pertama yaitu investasi fasilitas produksi atau pabrik. Hanya saja, Kemenperin mengingatkan bahwa komitmen membangun pabrik tidak bisa disamakan dengan global value chain,” paparnya.

Dikatakan, Apple masih harus menyelesaikan komitmen utang sebesar 10 juta dolar AS dalam siklus komitmen investasi periode 2020-2023.

Meski mereka sudah menyampaikan proposal komitmen, Indonesia masih menunggu implementasi pemenuhan penanaman modal tersebut.

Selain itu, Pemerintah Indonesia sudah berkoordinasi dengan produsen HKT lain berkaitan dengan rencana menaikkan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari 35 ke 40 persen.

Manfaat dari peningkatan nilai TKDN sangat terasa bagi manufaktur, hal ini terlihat dari berkurangnya importasi produk-produk HKT masuk ke pasar Indonesia.

Share
Related Articles
Tekno

Keren! Galaxy S26+ Dilengkapi Tiga Fitur Baru Pendukung Foto dan Video

IKNPOS.ID - Samsung resmi memperkenalkan lini Galaxy S26 yang mencakup Galaxy S26,...

Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...