Catatan Dahlan Iskan

Sidang Semu

Share
Enika (kerudung hitam), Tsani (kerudung putih), Rizki (sebelah Tsani), dan Faisal (paling kanan).--
Share

Dua dari empat mahasiswa itu ikut Yance ke Jakarta: Rizki dan Faisal. Yang wanita seperti Enika dan Tsani tidak ikut. Dari empat orang itu memang hanya Rizki dan Faisal yang laki-laki. Itulah satu-satunya sidang yang mereka hadiri secara langsung. Selebihnya, enam kali sidang lainnya, mereka ikuti secara online.

Rizki satu-satunya dari empat orang yang bukan lulusan Madrasah Aliyah Negeri. Ia lahir di Tasikmalaya. Sekolahnya di SMA Islam Bina Insan Mandiri, jauh di selatan kota Tasikmalaya. Yakni di kecamatan Pamijahan, dekat makam wali dari tarekat Syattariyah di sana.

Setelah ibunya tidak bersama ayahnya lagi, Rizki ikut paman dari pihak ayah. Lalu dikirim ke pondok Ma’had Aly di Solo. Dari situ ia masuk ke Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia juga aktivis di komunitas pemerhati konstitusi.

Di fakultas itu mereka ambil jurusan hukum tata negara. Sudah lama ada jurusan tata negara di UIN. Bahkan sudah ada UIN yang buka fakultas kedokteran.

Enika sendiri ternyata lahir di Pati. Saat sebelum TK dia dan kakaknyi dibawa merantau di Kalteng. Tepatnya ke Sampit –setengah jam terbang dari Surabaya atau Semarang. Satu-satunya adik lahir di Sampit.

Enika dibesarkan ibunyi –pun setelah sang ibu tidak bersama ayahnyi lagi. Di Aliyah Negeri Sampit, Enika tergolong sangat pintar -nasib membawanyi ke UIN Sunan Kalijaga.

Enika sangat sedih. Begitu lulus Aliyah, Enika tidak bisa mendaftar ke universitas negeri kecuali ke UIN. Padahal dia ingin masuk Universitas Sebelas Maret, Solo.

Penyebabnya: sangat teknis. Nomor induk siswa nasional miliknyi tidak bisa diaktifkan. Setiap kali diakses tidak terhubung. Berbagai usaha dilakukan tetap tidak bisa.

“Lebih 100 teman kami yang mendapatkan nasib yang sama,” ujar Enika.

Enika tidak tahu mengapa orang tuanya memberi nama Enika. “Saya cari sendiri di internet. Ternyata itu dari bahasa Hawaii. Artinya kemenangan,” ujarnyi. Sesuai sekali dengan jalan hidupnyi.

Enika juga sudah lengket dengan Sampit. Setelah lama di Yogya dia kangen masakan Sampit: nasi kuning sambal habang khas Sampit, dan sayur kelakai. Yakni sayur dengan bahan tanaman paku-pakuan.

Share
Related Articles
AWS, Microsoft, Google, dan Oracle adalah milik Amerika.
Catatan Dahlan Iskan

Kompor Oracle

Catatan Dahlan Iskan

Catatan Dahlan Iskan

Agus Mustofa

Oleh: Dahlan Iskan Lima jam sebelum meninggal ia memanggil putrinya: Citra P....

Catatan Dahlan Iskan--Rumah Ahmadi
Catatan Dahlan Iskan

Rumah Ahmadi

INILAH hak paten yang didapat Dasep Ahmadi di usia 60 tahunnya: ''rumah'' baterai....

Catatan Dahlan Iskan

Kang Dasep

Oleh: Dahlan Iskan Semasih mahasiswa pun ia sudah menjuarai lomba robot tingkat...