Bjørn Sverre Hol Haugen, kepala konservator di Norsk Folkemuseum, menjelaskan bahwa tidak ada ukuran standar untuk tempat tidur pada zaman dahulu. “Saya pernah melihat tempat tidur sepanjang 1,57 meter, tetapi ada juga yang sepanjang 2 meter, seperti tempat tidur modern,” ungkap Haugen.
Mengoptimalkan Ruang dan Kehangatan
Tempat tidur kuno sering kali dirancang untuk dapat ditarik atau disesuaikan, guna menghemat ruang di dalam rumah yang biasanya sangat terbatas. Di musim panas, para pekerja atau anak-anak tidur di lumbung atau bahkan di dekat hewan ternak untuk menjaga kehangatan.
Kebiasaan Tidur di Masa Lalu
Salah satu alasan lain mengapa tempat tidur terlihat lebih pendek adalah karena kebiasaan tidur orang pada masa lalu. “Orang-orang sering tidur dalam posisi duduk atau miring, sehingga tempat tidur tidak perlu terlalu panjang,” jelas Haugen. Menariknya, tempat tidur pada masa itu lebih lebar dan memungkinkan dua atau lebih orang tidur bersama dalam satu tempat tidur. Beberapa keluarga bahkan tidur bersama di satu tempat tidur, dengan anak-anak tidur di kaki atau di antara orang tua.
Standar Ukuran Tempat Tidur Modern
Baru pada tahun 1970-an, ukuran tempat tidur mulai distandarisasi dengan panjang sekitar 185 cm. Sebelum itu, ukuran dan desain tempat tidur lebih fleksibel, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi hidup masyarakat pada masa itu.
Meskipun tinggi badan manusia telah meningkat, pintu rendah dan tempat tidur pendek pada rumah kuno bukan hanya karena faktor fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh kebutuhan praktis seperti stabilitas bangunan, efisiensi energi, dan penghematan ruang. Desain tempat tidur kuno yang lebih pendek dan multifungsi mencerminkan kebiasaan tidur yang berbeda di masa lalu.