IKNPOS.ID – Di zaman serba digital kayak sekarang, rasanya hampir mustahil buat hidup tanpa ninggalin jejak online.
Tapi, ada loh orang-orang yang milih buat jadi digital ghost. Mereka ini nggak punya data pribadi yang gampang dilacak di media sosial atau internet.
Bukannya kudet, mereka malah ngerti banget pentingnya privasi dan ketenangan hidup. Nah, kalo kamu penasaran apa aja manfaat jadi digital ghost, yuk kita bahas!
1. Privasi Lebih Aman
Pernah kepikiran nggak, data pribadi kamu yang tersebar di media sosial itu bisa aja disalahgunain? Jadi digital ghost bikin kamu nggak perlu khawatir soal itu. Identitas kamu aman karena nggak ada data yang bisa diambil atau dijual ke pihak lain. Mulai dari foto, alamat, sampai kebiasaan browsing, semuanya bebas dari mata-mata online.
2. Anti Serangan Siber
Peretasan data atau phishing makin sering kejadian. Kalo kamu nggak punya jejak digital, otomatis kamu nggak bakal jadi target empuk para hacker. Hidup kamu bakal lebih tenang karena risiko kena tipu di dunia maya jadi jauh lebih kecil.
3. Nggak Terjebak Algoritma
Media sosial tuh jago banget ngebaca kebiasaan kita lewat algoritma. Saking pintarnya, kamu jadi sering banget nemuin iklan yang seolah ngerti banget kebutuhanmu. Tapi, buat para digital ghost, ini nggak bakal kejadian. Kamu nggak bakal jadi “korban” algoritma, dan pastinya bebas dari bombardir iklan yang kadang bikin risih.
4. Fokus ke Kehidupan Nyata
Media sosial itu emang seru, tapi sering bikin kita lupa sama dunia nyata. Jadi digital ghost bikin kamu lebih fokus ke hubungan langsung sama keluarga, temen, atau pasangan. Kamu juga punya waktu lebih buat ngembangin hobi, belajar hal baru, atau sekadar santai tanpa distraksi dari notifikasi.
5. Kesehatan Mental Terjaga
Scrolling media sosial sering bikin kita kena FOMO alias Fear of Missing Out. Kadang, liat kehidupan orang lain yang kayaknya sempurna malah bikin insecure. Nah, kalo jadi digital ghost, kamu bebas dari tekanan sosial kayak gini. Hidup jadi lebih tenang karena nggak perlu pusing mikirin apa yang orang lain pikirin.