Home Pemerintahan Prabowo Pindah Kantor ke IKN 2028, Menteri PU: Tunggu Seluruh Sarana Prasarana Rampung
Pemerintahan

Prabowo Pindah Kantor ke IKN 2028, Menteri PU: Tunggu Seluruh Sarana Prasarana Rampung

Share
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa 3 Desember 2024.. Foto: @kementerianpu/IG
Share

IKNPOS.ID – Presiden Prabowo Subianto kemungkinan baru akan pindah kantor ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim), pada 17 Agustus 2028 mendatang.

Indikasi kemungkinan Prabowo baru akan ngantor ke IKN pada 2028 setahun menjelang akhir masa jabatannya diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dodyu Hanggodo.

Dody mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pada 17 Agustus 2028 sudah berkantor di IKN.

“Targetnya Pak Prabowo itu  17 Agustus 2028 sudah berkantor di sana (IKN),” kata Dody, di Jakarta, Jumat 6 Desember 2024 lalu.

Prabowo baru akan pindah ke IKN jika sarana dan prasarana seperti gedung legislatif dan yudikatif serta sarana-prasarana telah siap.

Dengan target ini, maka lelang proyek pembangunan infrastruktur legislatif dan yudikatif akan dilakukan 2025 tahun depan.

Saat ini, pemerintah masih merampungkan rusun Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sarana penunjang.

Selambat-lambatnya, lanjut Dody, pada 17 Agustus 2029, eksekutif, legislative dan yudikatif serta seluruh ASN di Jakarta sudah pindah ke IKN.

Kemen PU saat ini telah mempersiapkan lelang pembangunan infrastruktur legislatif dan yudikatif. Ditargetkan lelang bisa dilakukan pada kuartal I pada 2025.

“Harusnya Q1 (kuartal I). Tapi kan masih menunggu review BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan),” tukasnya.

Sembari menunggu pembangunan infrastruktur legislatif dan yudikatif kesiapan lelang, Kementerian PU fokus menyelesaiakan pembangunan infrastruktur eksekutif.

Kementerian PU sendiri sudah mengajukan anggaran tambahan ke Komisi V DPR RI untuk pembangunan IKN sebesar Rp 14,87 triliun.

Dalam paparannya, Dody merinci anggaran tersebut bakal digunakan Direktorat Jenderal Bina Marga sebesar Rp 9.900 miliar untuk pembangunan jalan di dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), pembangunan jalan tol, serta duplikasi jembatan Pulau Balang Bentang Pendek.

Sedangkan Rp 4.969,63 miliar bakal digunakan Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk menyelesaikan pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM), sanitasi, gedung kantor pemerintahan, kantor Kemenhan, Polri, dan BIN.

Share
Related Articles
IKN Siap Disulap Jadi 'Cognitive City' Pertama di Dunia
Pemerintahan

IKN Siap Disulap Jadi ‘Cognitive City’ Pertama di Dunia

IKNPOS.ID - Otorita IKN telah mengikat kontrak kerja sama asistensi teknis dengan...

Pemerintahan

Benarkah Alfamart & Indomaret di Desa Bakal Ditutup? Ini Jawaban Tegas Mendes Yandri

IKNPOS.ID - Isu mengenai rencana penutupan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret...

IKN Amankan Modal Rp72 Triliun
Pemerintahan

MANTAP! IKN Amankan Modal Rp72 Triliun

IKNPOS.ID - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki babak baru yang semakin...

Target Forest City 2045, IKN Diklaim Jadi Titik Balik Pemulihan Hutan
Pemerintahan

Otorita IKN dan Pemprov Kaltim Kolaborasi Tangani Aktivitas Ilegal dan Kelola Hutan Nusantara

IKNPOS.ID - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur...