IKNPOS.ID – Pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) molor lagi. Awalnya pemerintah berencana memindahkan ASN ke IKN pada Juli 2024, lalu mundur ke September di tahun sama.
Namun, jadwal pemindahan ASN ke IKN pada September juga kembali tertunda menjadi Januari 2025.
Kabar terakhir, ASN baru akan dipindahkan ke IKN pada April 2025 setelah lebaran. Itupun belum bisa dijamin kepastiannya, karena disampaikan tidak secara resmi oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini pun mengungkap sederet permasalahan yang masih dihadapi dalam pemindahan ASN ke IKN.
Rini mengatakan, di awal pihaknya menyiapkan skema pemindahan ASN pada 34 kementerian di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Namun, pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sekarang, jumlah kementerian bertambah menjadi 48 kementerian.
Karena itulah, pihaknya melakukan penataan kembali pegawai dan struktur kementerian/lembaga (K/L) sesuai yang ada saat ini. Menurutnya proses tersebut masih terus berjalan.
“Dulu ada 34 kementerian, sekadang ada 48 kementerian. Tentunya sekarang 48 kementerian sedang konsolidasi. Mereka kan para pegawainya itu juga banyak yang berubah, ada yang jadi dua kementerian, ada yang jadi tiga kementerian,” ujar Rini kepada awak media, di Jakarta, Rabu 11 Desember 2024.
Menurut Rini, setelah penataan dan tata keloloa dalam K/L rampung, pihaknya baru bisa mengurus pemindahan ASN ke IKN. Persiapan penyusunan skema pemindahan ke IKN baru bisa dilakukan apabila urusan kepegawaian dan internal di kementerian selesai.
Rini memastikan, kementeriannya siap menjalankan segara arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Pemindahan ASN ke IKN tetap menyesuaikan dengan kesiapan infrastruktur di ibu kota negara baru tersebut.
“Tentunya akan kita lakukan menyesuaikan bagaimana kesiapan infrastrukturnya yang dibutuhkan,” ujarnya.
Kementerian PAN-RB dalam hal ini akan segera melakukan konsolidasi dengan OIKN.