“Kami juga melibatkan penyedia jasa untuk mempercepat proses pembersihan,” tambah Sjofva.
Pemerintah menargetkan agar seluruh pembersihan dan perbaikan dapat selesai sebelum libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025, agar akses jalan dapat kembali normal dan kegiatan masyarakat tidak terganggu lebih lama.
“Kami optimistis bahwa dalam dua minggu ke depan, seluruh perbaikan akan rampung dan jalur utama dapat dibuka kembali,” kata Diana.
Mengantisipasi Bencana Selanjutnya
Meskipun kerugian dari bencana ini diperkirakan tidak lebih dari Rp 1 miliar, Diana Kusumastuti menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk mencegah bencana serupa terjadi lagi.
“Cuaca saat ini masih ekstrem, dengan hujan yang diperkirakan akan terus berlangsung hingga awal Januari 2025. Kami harus siap mengantisipasi bencana lebih lanjut,” ujarnya.
Salah satu upaya pencegahan yang sedang dilakukan adalah pengerukan sungai-sungai yang mengalami pendangkalan, seperti Sungai Cipelabuhan, yang menjadi salah satu penyebab utama banjir.
Dengan pengerukan sungai dan pembangunan struktur penahan tanah, diharapkan aliran air dapat berjalan lancar, mengurangi risiko banjir dan longsor di masa depan.
Kesimpulan: Tanggap Darurat dan Pemulihan Infrastruktur
Secara keseluruhan, pemerintah menunjukkan respons yang cepat dan sistematis dalam menangani dampak bencana di Sukabumi. Dengan pengerahan tenaga kerja, pembukaan jalan, serta perbaikan infrastruktur yang tengah dilakukan, diharapkan kehidupan masyarakat dapat segera pulih.
Selain itu, upaya pencegahan untuk mengurangi risiko bencana lebih lanjut juga menjadi prioritas utama agar Sukabumi tidak kembali terpuruk dalam krisis serupa di masa mendatang. (*)