IKNPOS.ID – Akses utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui Jalan Samboja-Semoi yang mengalami kerusakan parah akibat longsor kini dalam tahap penanganan darurat. Untuk mengatasi gangguan tersebut, pemerintah memasang jembatan bailey sebagai solusi sementara.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti, menyatakan bahwa pemasangan jembatan darurat ini telah dimulai dan hanya dapat dilalui oleh kendaraan dengan berat maksimal 8 ton.
“Penanganan sudah dilakukan dengan memasang jembatan bailey di sisi yang amblas,” ujar Diana saat ditemui di Stasiun Whoosh Halim, Jakarta Timur.
Diana menambahkan bahwa Menteri PU, Dody Hanggodo, telah melakukan koordinasi dengan perwakilan PU di daerah, termasuk dari Kalimantan Timur.
Fokus pembicaraan salah satunya adalah mengenai langkah penanganan untuk jalan yang amblas di KM 9 Jalan Samboja-Semoi, Kelurahan Sungai Merdeka.
“Tadi dalam dialog, perwakilan dari Kalimantan Timur memaparkan bagaimana penanganan jalur yang ambles. Kami juga sudah memetakan titik-titik rawan bencana di jalur menuju IKN,” kata Diana.
Dikutip dari Tribun Kaltim, kerusakan di Jalan Samboja-Semoi terjadi di KM 9, tepatnya di sekitar Resort KPHP Meratus. Longsor menyebabkan sebagian besar badan jalan terbelah, sehingga menghambat kelancaran transportasi.
Warga setempat melaporkan bahwa kendaraan kecil seperti mobil pribadi dan sepeda motor masih dapat melintas dengan hati-hati.
Namun, kendaraan besar belum dapat melewati jalur tersebut, menyebabkan gangguan signifikan pada distribusi logistik dan aksesibilitas.
Selain pemasangan jembatan bailey, pemerintah juga memastikan adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi kerusakan jalan ini.
Penanganan permanen diperkirakan akan memakan waktu lebih lama dan memerlukan kajian teknis untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Langkah ini menjadi penting mengingat Jalan Samboja-Semoi merupakan akses strategis menuju kawasan inti IKN, sehingga keandalan infrastruktur menjadi prioritas utama pemerintah.
Dengan penanganan darurat yang tengah dilakukan, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalur tersebut dan mematuhi aturan terkait pembatasan berat kendaraan.