Home News Ini 6 Perkara Besar yang Menyita Perhatian Publik Sepanjang 2024
News

Ini 6 Perkara Besar yang Menyita Perhatian Publik Sepanjang 2024

Share
Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar menyampaikan Capaian Kejagung Sepanjang 2024--Puspenkum Kejagung
Share

Khusus Perkara Komoditas Timah kerugian keuangan negara atas aktifitas kerja sama penyewaan alat processing penglogaman timah yang tidak sesuai ketentuan. Yaitu:

  1. Pembayaran kerja sama penyewaan alat processing penglogaman timah oleh PT Timah Tbk ke lima Smelter Swasta senilai Rp3.023.880.421.362,90
  2. HPP smelter PT Timah Tbk senilai Rp738.930.203.450,76

Total kerugian negara: Rp 2.284.950.217.912,14

  1. Kerugian keuangan negara atas pembayaran bijih timah dari tambang timah ilegal senilai Rp26.648.625.701.519
  2. Kerugian keuangan negara atas kerusakan lingkungan akibat tambang timah ilegal (Ahli Lingkungan Hidup) senilai Rp271.069.688.018.700:
    – Kerugian ekologi senilai Rp183.703.234.398.100
    – Kerugian ekonomi lingkungan Rp74.479.370.880.000
    – Kerugian pemulihan lingkungan Rp11.887.082.740.600

Total kerugian negara pada perkara ini Rp300.003.263.938.131,14.

Kejagung, kata Harli, juga menangani perkara kerugian lingkungan hidup pada kawasan hutan di Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau.

Ini terkait dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal tindak pidana korupsi dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group. Jumlah kerugian negara senilai Rp73.920.690.300.000.

Penanganan perkara tindak pidana korupsi dengan rincian sebagai berikut:

Eksekusi: 1.836 perkara

  • Penyelidikan: 2.316 perkara
  • Penyidikan: 1.589 perkara
  • Penuntutan: 2.036 perkara
  • Upaya hukum 511 Banding, 420 Kasasi, dan 59 Peninjauan Kembali

Selain itu, Kejagung turut menangani perkara tindak pidana perpajakan. Rincian sebagai berikut:

  • Penuntutan: 73 perkara
  • Eksekusi: 51 perkara
  • Upaya hukum sebanyak 8 Banding, 3 Kasasi dan 3 Peninjauan Kembali

Sedangkan penanganan perkara tindak pidana kepabeanan rincian sebagai berikut:

  • Penuntutan: 51 perkara
  • Eksekusi: 35 perkara
  • Upaya hukum sebanyak 2 Banding, 3 Kasasi dan 3 Peninjauan Kembali

Sedangkan untuk perkara tindak pidana cukai dengan rincian sebagai berikut:

  • Penuntutan: 157 perkara
  • Eksekusi: 131 perkara
  • Upaya hukum sebanyak 17 Banding dan 13 Kasasi

Kemudian, jumlah penyelamatan keuangan negara seluruh Indonesia yaitu dengan jumlah penyitaan dan pemblokiran sebesar Rp 44.138.007.447.462.

Share
Related Articles
News

Strategi Astra Tol Cipali Hadapi Puncak Mudik 2026, Terapkan Konsep 3E hingga SPKLU Ultra Fast Charging

IKNPOS. ID– ASTRA Infra Toll Road Cikopo-Palimanan (Astra Tol Cipali) menyatakan kesiapan...

News

Otorita IKN Hadirkan Pasar Murah untuk Tekan Lonjakan Harga Bahan Pokok

IKNPOS.ID - Menjelang momentum Idulfitri, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengambil langkah...

News

Tol IKN Dibuka saat Mudik Lebaran 2026, Jadi Jalur Alternatif Penghubung Kaltim dan Kalsel

IKNPOS.ID - Arus mudik Lebaran 2026 membawa kabar baru bagi masyarakat di...

News

Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek Mulai Padat, Pemudik Manfaatkan Fasilitas Istirahat

IKNPOS. ID - Rest area menjadi salah satu titik penting bagi para...