IKNPOS.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam pendapatan daerah sepanjang tahun 2024.
Hingga awal Desember 2024, realisasi pendapatan telah mencapai Rp37 miliar lebih dari target Rp49 miliar lebih, menunjukkan tren positif dalam pengelolaan pajak dan retribusi.
Kepala Bapenda PPU, Hadi Saputro, mengungkapkan beberapa sektor pendapatan bahkan melampaui target. Pajak restoran, misalnya, berhasil mencapai Rp4,2 miliar dari target Rp3,2 miliar.
Pajak reklame juga mencatatkan pencapaian Rp1 miliar lebih, melampaui target awal sebesar Rp800 juta.
“Pencapaiannya lumayan karena kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami pentingnya membayar pajak,” ujar Hadi pada Rabu (4/12/2024).
Dampak IKN
Pertumbuhan pendapatan ini juga didorong oleh keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang memacu berkembangnya rumah makan dan UMKM di wilayah PPU.
Lonjakan jumlah rumah makan turut meningkatkan penerimaan pajak restoran.
“Walaupun nominal pajak per transaksi kecil, tetapi akumulasi dari banyak transaksi memberikan dampak yang terasa,” tambah Hadi.
Selain itu, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga menunjukkan pencapaian yang signifikan. Dari target Rp11 miliar lebih, penerimaan sudah melampaui Rp11,877 miliar.
Hal ini dipengaruhi oleh program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), yang mendorong masyarakat untuk mengurus legalitas tanah mereka.
“Banyak warga yang mengurus PTSL karena adanya isu bahwa mulai 2026 nanti, legalitas tanah hanya diakui jika berbentuk sertifikat, bukan lagi segel,” jelasnya.
Dengan berbagai capaian ini, Hadi optimistis target pendapatan daerah sebesar Rp49 miliar lebih dapat tercapai sebelum akhir tahun.
Pihaknya terus menggencarkan sosialisasi dan mempermudah sistem pembayaran pajak melalui kerja sama dengan pihak perbankan.
“Kami di Bapenda tidak bisa bekerja sendiri. Perlu keterlibatan banyak pihak untuk menjaga momentum ini,” pungkas Hadi.
Pendapatan daerah yang terus meningkat ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian lokal PPU, terutama dalam mendukung pembangunan di era IKN.