Catatan Dahlan Iskan

Harimau Lapar

Share
Share

Para manajer marketing harus tahu itu. Agar cara-cara marketing mereka menyesuaikan diri dengan kenyataan baru.

Itulah tema besar Konferensi Marketing tahunan yang diselenggarakan MarkPlus di The Ritz-Carlton, Jakarta, kemarin.

Hermawan Kartajaya, pendiri MarkPlus, tidak hanya memaparkan data di atas, tapi juga memberi gambaran bagaimana menyikapinya. Secara marketing naiknya pasar kelas bawah lebih mudah disikapi. Mengubah produk untuk kelas menengah menjadi untuk kelas bawah tinggal menurunkan harga. Tapi kualitas tetap harus dijaga.

Di situlah peran teknologi. Dengan teknologi efisiensi bisa dicapai. Kualitas dinaikkan. Harga diturunkan.

Orang marketing tidak membicarakan penurunan pasar kelas menengah itu baik atau buruk. Itu tugas ekonom untuk menilai. Marketing tetap saja bagaimana harus bisa jualan.

MarkPlus mengutip data resmi Biro Pusat Statistik (BPS). BPS menyebut jumlah kelas menengah di Indonesia mencapai 57,33 juta orang. Itu setara dengan 21,45 persen dari total penduduk pada tahun 2019. Lalu, pada tahun 2024 angka itu hanya tersisa menjadi 47,85 juta orang atau setara dengan 17,13 persen .

Artinya, sebanyak 9,48 juta penduduk kelas menengah turun kelas.

Orang marketing tetap harus jualan dalam situasi pasar seperti apa pun. Dengan kreativitas dan inovasi mereka.

Tahun ini Dirut Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo menjadi Marketer of the Year 2024 versi MarkPlus. Saat dewan juri bersidang, salah seorang juri memilih absen. Ia adalah Ignasius Jonan. Anda sudah tahu: Jonan adalah transformator KAI. Yakni saat ia menjadi dirutnya dua periode jauh sebelum masa Didiek. Ia tahu Didiek masuk menjadi salah satu nomine sehingga tidak ingin berpendapat.

Para juri adalah mantan juara marketing tahun-tahun sebelumnya. Bagi juri seperti saya, –pun lima orang lainnya– Didiek memang istimewa. Sebelum jadi dirut, Didiek adalah direktur keuangan di KAI. Sebelumnya lagi ia adalah orang perbankan. Itu mirip dengan perjalanan Jonan sendiri. ”Orang keuangan” yang berhasil jadi dirut.

Share
Related Articles
Krisis Bahlil
Catatan Dahlan Iskan

Krisis Bahlil

Oleh: Dahlan Iskan Perangnya di Iran krisisnya bisa di Indonesia: krisis batu...

Bom Suci
Catatan Dahlan Iskan

Bom Suci

Oleh: Dahlan Iskan Anda sudah tahu: Ayatollah Ali Khamenei tewas Sabtu pagi...

Petir Ngambek
Catatan Dahlan Iskan

Petir Ngambek

Oleh: Dahlan Iskan Siapa yang bilang ngambek itu tidak penting? Ngambek itu...

Petir India
Catatan Dahlan Iskan

Petir India

Oleh: Dahlan Iskan Hujan memang masih turun dari langit, tapi petirnya datang...