Program ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Samarinda, sekaligus mendukung upaya penurunan emisi karbon dari kendaraan bermotor.
Dishub memastikan bahwa seluruh pihak terkait, mulai dari Organda hingga perusahaan angkutan lokal, telah dilibatkan sejak tahap perencanaan awal.
Hal ini telah diperhitungkan dengan melihat seiring bertambahnya jumlah penduduk yang memiliki kendaraan pribadi, kemacetan di Samarinda semakin sering terjadi, terutama pada jam-jam sibuk.
“Diharapkan ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi dapat berkurang, sekaligus menekan tingkat polusi udara di kota. Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengurangan emisi, seluruh armada bus yang digunakan akan berbasis listrik, sesuai arahan Wali Kota Samarinda, Andi Harun,” jelasnya.