Misalnya, kamu berharap pasangan lebih sering membantu pekerjaan rumah, tapi malah ngomel tanpa memberikan solusi yang jelas. Ini justru bikin dia merasa diserang dan akhirnya jadi merasa terpojok.
Cobalah untuk berbicara dengan jujur dan terbuka, namun tetap menggunakan kata-kata yang lembut dan gak menyalahkan.
Misalnya, “Aku merasa lelah karena banyak pekerjaan rumah yang harus aku kerjakan sendirian. Bisa gak kita bagi tugas supaya sama-sama ringan?” Dengan begitu, kamu bisa mengungkapkan perasaan tanpa drama yang gak perlu.
4. Fokus pada Penyelesaian, Bukan Mencari Siapa yang Salah
Dalam setiap konflik, seringkali kita terjebak dalam mencari siapa yang salah atau benar. Padahal, fokus utama dalam menyelesaikan masalah rumah tangga bukanlah untuk mencari pelaku, melainkan untuk mencari solusi yang terbaik.
Kalo kamu berfokus pada penyelesaian, bukan pada siapa yang harus disalahkan, kamu dan pasangan akan lebih mudah bergerak ke arah positif.
Coba buat kesepakatan untuk mencari jalan keluar bersama. Ini akan membantu kalian berdua merasa lebih dihargai dan mendekatkan hubungan, bukan malah menciptakan jarak antara kalian.
5. Belajar Meminta Maaf dan Mengampuni
Salah satu kunci penting dalam hubungan yang sehat adalah kemampuan untuk meminta maaf dan mengampuni. Setiap orang pasti punya kekurangan dan kesalahan, jadi jangan merasa malu atau gengsi untuk mengakui kalau kamu salah.
Dengan saling meminta maaf dan mengampuni, kamu menunjukkan bahwa hubungan lebih penting daripada ego masing-masing.
Ketika pasanganmu meminta maaf, cobalah untuk membuka hati dan memaafkan. Sebaliknya, kalo kamu yang salah, jangan ragu untuk mengungkapkan penyesalanmu dan berusaha memperbaiki diri.
6. Jangan Biarkan Masalah Tertunda
Masalah yang kecil kalo dibiarkan lama-lama bisa jadi besar, lho. Kalo ada hal yang mengganggu, segeralah bicarakan. Jangan ditunda-tunda, apalagi kalo masalahnya makin lama makin gak jelas.
Dengan menyelesaikan masalah lebih cepat, kamu bisa menghindari kesalahpahaman yang bisa berkembang jadi konflik besar.