IKNPOS.ID – Desain minimalis sedang naik daun dan sebenarnya telah ada selama beberapa dekade.
Minimalis adalah gaya desain yang mengutamakan kesederhanaan, baik di rumah, kantor, kafe dan toko ritel.
Gaya ini mengutamakan ruangan tetap terbuka dan nyaman. Tujuan lain fokus hal-hal yang paling penting dan mendasar.
Tampilan minimalis yang sederhana dapat menciptakan suasana menyenangkan serta bersih terbuka.
Namun, tidak jarang orang salah mendekorasi ruang minimalisnya. Karena itu, bagi pemilik rumah minimalis penting untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat mendekorasi ruangannya.
Berikut kesalahan dalam mendekorasi rumah minimalis yang harus dihindari dan kerap dilakukan kebanyakan orang.
1. Terlalu banyak furniture
Mengisi ruangan dengan furnitur tidak sesuai dengan konsep minimalis. Perabotan seperti sofa, meja, dan kursi cenderung besar dan menghabiskan banyak ruang.
Dengan mempertimbangkan minimalis, pilih furnitur yang akan memiliki lebih dari satu fungsi di dalam ruangan.
Furnitur yang multifungsi mengurangi jumlah perabot yang perlu Anda tempatkan di dalam ruangan minimalis
Misalnya, meja juga dapat digunakan untuk ruang penyimpanan, sofa bed bisa untuk bersantai juga untuk tidur.
Ingat, salahsatu elemen minimals adalah setiap perabot yang masuk ke dalam rumah multi fungsi.
Salah satu cara untuk menghindari penambahan terlalu banyak furnitur adalah mengosongkan ruangan terlebih dahulu, lalu masukan kembali perabotan yang benar-benar dibutuhan.
2. Terlalu banyak warna
Keindahan dari minimalis adalah kesederhanaannya. Namun jika ruang minimalis terlalu banyak warna membuat terkesan ramai meski tidak ada barang.
Ruangan minimalis didukung dengan cat dinding warna netral. Tapi bukan berarti seluruh ruangan harus putih. Corak abu-abu dan cokelat atau tekstur kayu untuk menambah dimensi ruangan minimalis.
Jika Anda lebih suka bermain warna untuk mendekorasi rumah, gunakan tiga warga dengan skema monokromatik,
Terapkan dengan rumus 60/30/10, artinya 60 persen palet merupakan warna dominan, 30 persen harus berupa warna sekunder, dan 10 persen warna tersier.