IKNPOS.ID – Status Bandara Nusantara di IKN (Ibu Kota Nusantara), Kalimantan Timur, hingga kini masih VVIP. Bukan komersial.
Ini tertuang dalam Perpres Nomor 31 Tahun 2023. Peraturan itu menyebutkan Bandara IKN dibangun sebagai bandara VVIP alias bandara khusus untuk mendukung IKN.
Untuk mengubahnya menjadi bandara komersial perlu revisi Perpres. Namun, sampai saat ini belum ada rencana pembahasan revisi Perpres Nomor 31 Tahun 2023.
Seperti diketahui, Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bandara IKN tidak lagi berstatus VVIP. Artinya pesawat komersial dapat mendarat di bandara IKN.
Bahkan saat itu Jokowi sudah menginstruksikan hal tersebut kepada Kementerian Perhubungan. Namun, hingga saat ini belum ada rencana merevisi Perpres Nomor 31 Tahun 2023.
“Belum bisa dipastikan. Apabila Bandara IKN akan dialihfungsikan menjadi bandara komersial, perlu revisi Perpres Nomor 31 Tahun 2023,” ujar Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Suntana pada Kamis, 14 November 2024.
Dia menambahkan belum ada rencana membahas revisi Perpres Nomor 31 Tahun 2023 tersebut.
“Lihat dulu, 1 sampai 2 tahun. Kan tidak bisa langsung. Jangan sampai kita membuat aturan yang akhirnya useless, tidak dipedomani,” terang Suntana.
Menurutnya, pemerintah masih menunggu perkembangan pembangunan yang masih berjalan di IKN. Termasuk di kawasan bandara IKN.
Setiap bandara, lanjutnya, akan melalui berbagai tahapan untuk bisa dipastikan status maupun jenis layanannya.
Mantan Kapolda Jabar ini mencontohkan bisa saja Bandara IKN dimulai dari domestik. Selanjutnya berkembang menjadi bandara internasional.
“Nanti bisa berkembang dari penumpang. Karena ada banyak barang masuk, bisa juga menjadi plus kargo dan lain-lain,” terang mantan Kabaintelkam Polri ini.
Seperti diketahui, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Rachman Arief Dienaputra mengklaim progres konstruksi landasan pacu atau runway Bandara IKN sudah mencapai 70 persen.
Ia menargetkan proyek runway sepanjang 3.300 meter ini rampung pada Februari 2025. Rachman mengatakan runway bandara ibu kota baru di Kalimantan Timur itu dibangun dalam 6 lapis.