“Saya menegaskan prajurit Kostrad adalah garda terdepan dalam menjaga kehormatan bangsa dan negara. Tidak ada ruang bagi pelanggaran moral khususnya seperti judi online dan narkoba di dalam institusi ini,” tuturnya.
Khusus judi online, Pangkostrad juga memerintahkan anak buahnya untuk tidak memfasilitasi dan menjadi influencer (branding) apapun terkait dengan judi online.
“Ketika Anda melakukannya, maka Anda telah melanggar hukum. Karena itu, selalu waspada dan berhati-hati dalam aktivitas di dunia digital. Jauhi situs perjudian sebelum hidupmu sengsara. Hindari tawaran menjadi pengepul rekening untuk digunakan dalam transaksi judi online,” papar mantan Komandan Grup A Paspampres ini.
Mohamad Hasan meminta seluruh anak buahnya menjadi prajurit yang berintegritas dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan.
“Penekanan ini saya sampaikan agar untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh prajurit Kostrad di mana kalian bertugas,” pungkasnya.
Netizen Mendukung TNI
Unggahan di akun IG resmi Kostrad dan Pangkostrad ini mendapat respons positif dari para netizen. Warganet mendukung TNI turun tangan menangani maraknya narkoba dan judi online di Indonesia.
Tidak sedikit dari mereka yang meminta agar perintah Presiden Prabowo tersebut tidak hanya berlaku di internal TNI saja.
Tetapi menyasar ke masyarakat umum. Tepatnya ke bandar narkoba, pengedar narkoba dan bandar judi online.
Alasannya, TNI dinilai memiliki kemampuan untuk menggulung sindikat narkoba dan judi online yang selama ini merajalela di Indonesia.