Bandara Nusantara ini didesain dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pemerintahan maupun penerbangan umum.
“Penerapan teknologi BIM pada proyek Bandara IKN untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi risiko kesalahan. Selain itu memastikan kualitas hasil akhir sesuai dengan standar yang ditetapkan,” imbuhnya.
Dengan teknologi BIM, lanjutnya, model bangunan bisa diketahui secara virtual. Dengan begitu, dapat mengidentifikasi potensi masalah sejak dini serta diakukan perbaikan sebelum pelaksanaan konstruksi di lapangan.
BIM merupakan teknologi informasi yang digunakan untuk mengelola informasi bangunan secara digital selama siklus hidup bangunan, mulai dari tahap perencanaan, desain, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan.
“Dengan mengadopsi BIM, Brantas Abipraya berupaya mewujudkan konstruksi yang lebih cerdas, efisien, dan berkualitas tinggi,” paparnya
Melalui BIM, juga dapat menampilkan ciri khas budaya Kalimantan pada desain terminal dan konsep green airport.
Pengimplementasian BIM juga memastikan kualitas terjaga dari segi struktural dan estetika. Sugeng optimistis pembangunan bandara IKN ini dapat segera dirasakan manfaatnya.
Proyek yang dimulai pada 28 November 2023 lalu tersebut menjadi mengedepankan karya anak bangsa di seluruh aspek pembangunan IKN.
“Dalam pembangunan infrastruktur nasional dengan fokus pada kualitas, ketepatan waktu, dan inovasi teknologi. Kami senantiasa berkomitmen untuk memberikan kinerja terbaik di setiap proyek,” pungkasnya.
v