Hamzah Isa: Mengusulkan fokus pada efisiensi pelabuhan yang sudah ada. “Dua pelabuhan strategis di utara dan selatan sudah cukup, asalkan dilengkapi teknologi modern untuk mendukung volume perdagangan,” ungkapnya.
Gusnar Ismail: Menekankan prioritas pada peningkatan produksi lokal sebagai basis pembangunan pelabuhan.
“Tanpa barang untuk dimuat, pelabuhan hanya akan menjadi infrastruktur tanpa manfaat,” tegasnya.
Tonny Uloli: Menyatakan perlunya mendorong investasi di pelabuhan utama seperti Anggrek, guna mempercepat ekspor dan memperkuat konektivitas internasional.
Meski memiliki pendekatan yang berbeda, keempat kandidat sepakat bahwa pelabuhan adalah motor penggerak ekonomi Gorontalo.
Dengan strategi yang tepat, mereka yakin Gorontalo dapat berperan lebih besar dalam mendukung kebutuhan IKN dan pasar nasional.