IKNPOS.ID – Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak terikat tenggat waktu untuk menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Meski begitu, Supratman memastikan komitmen Presiden Prabowo terhadap kelanjutan proyek pemindahan ibu kota tetap kuat.
“Pak Presiden Prabowo menginginkan seluruh sarana dan prasarana dasar, baik itu legislatif, eksekutif, maupun yudikatifnya, terpenuhi terlebih dahulu. Itu saja, nah sekarang, kan, lihat politik anggarannya ke depan,” ujar Supratman di Kompleks DPR/MPR, ditulis Rabu 2024 November 2024
Prioritas Pembangunan Gedung Pemerintahan di IKN
Menurut Supratman, Prabowo memprioritaskan pembangunan gedung DPR/MPR dan DPD di kawasan IKN agar segera dimulai.
Selain itu, gedung Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) juga menjadi fokus agar tiga pilar kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif dapat terpenuhi.
“Pembangunan sejumlah gedung kementerian dan tempat tinggal di IKN juga terus dikejar penyelesaiannya,” tambahnya.
Supratman memastikan bahwa Keppres pemindahan ibu kota tidak terganjal masalah teknis atau administratif.
Pemerintah, katanya, akan menentukan waktu yang tepat untuk menerbitkan Keppres tersebut berdasarkan kesiapan infrastruktur dan kebutuhan lembaga negara.
“Prinsipnya bukan soal diberi target kapan. Pemerintah yang akan mengukur kapan ketiga lembaga itu bisa berkantor, termasuk tempat tinggalnya,” tegas Supratman.
Status Jakarta Tetap sebagai Ibu Kota hingga Keppres Terbit
Supratman juga menjelaskan bahwa status Jakarta sebagai ibu kota negara masih berlaku hingga Keppres pemindahan diterbitkan.
Revisi Undang-Undang tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ) baru akan efektif setelah Keppres tersebut ditandatangani.
“Tidak ada perdebatan lagi. Hari ini, ibu kota masih tetap di Jakarta dan namanya masih juga Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta,” ujar Supratman.
Komitmen Pemerintah terhadap Pemindahan IKN
Pernyataan Supratman mencerminkan pendekatan pemerintah yang hati-hati dan terencana dalam memindahkan ibu kota negara.