Salah satu karakteristik utamanya adalah pembelajaran berbasis proyek yang mendukung pengembangan soft skills sesuai profil Pelajar Pancasila.
Menurut laman resmi Kemendikbudristek, Kurikulum Merdeka juga memungkinkan pembelajaran terdiferensiasi, di mana guru dapat menyesuaikan materi sesuai tingkat kemampuan dan konteks siswa.
Selain itu, fokus pada materi esensial memberi siswa lebih banyak waktu untuk memahami kompetensi dasar.
Komplementer Bagi Kurikulum yang Ada
Meskipun konsep deep learning berbeda dengan Kurikulum Merdeka, kedua pendekatan ini sama-sama berorientasi pada pengembangan keterampilan dan pemahaman mendalam.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pendekatan deep learning tidak bertujuan menggantikan Kurikulum Merdeka, tetapi dapat mendukungnya dengan memberi panduan tambahan kepada guru dalam menjalankan pengajaran yang lebih terarah.
Dengan adanya pendekatan baru ini, proses pembelajaran di Indonesia diharapkan tidak hanya fokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan pemahaman yang lebih dalam serta peningkatan partisipasi aktif siswa.