Menurut Emmanuel, meskipun permintaan akan akomodasi hotel di IKN diprediksi akan meningkat seiring berjalannya waktu, hal itu akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dasar seperti jalan, transportasi, dan permukiman yang nyaman bagi ASN dan masyarakat lainnya.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur di IKN tengah berjalan sesuai jadwal. Menurutnya, pada Desember 2024, perkantoran kementerian untuk ASN akan selesai dibangun, dan hingga saat ini sudah ada 47 tower hunian yang rampung.
Selain itu, fasilitas pendukung seperti kafe dan rumah makan juga mulai dibangun. “Kepindahan ASN ke IKN akan dilakukan secara bertahap mulai 2025 hingga 2028. Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) ditargetkan rampung beserta kantor untuk lembaga yudikatif dan legislatif,” tambah Basuki.
Meski demikian, meskipun kepindahan ASN menjadi target utama pada 2025, sektor perhotelan masih perlu waktu untuk menilai kesiapan IKN sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan yang baru. Banyak pengusaha hotel yang menunggu untuk melihat bagaimana perkembangan infrastruktur dasar, sistem transportasi, dan permukiman sebelum mereka memutuskan untuk berinvestasi.
Pembangunan hotel, yang dianggap sebagai sektor komersial, baru akan dimulai setelah elemen-elemen penting tersebut selesai dibangun dan berjalan dengan lancar.
Dengan proyek IKN yang terus berjalan, pemerintah berharap bisa menarik lebih banyak investor, termasuk pengusaha perhotelan, untuk mempercepat pembangunan fasilitas di ibu kota baru ini. Pemerintah juga telah memastikan bahwa sektor hunian dan infrastruktur akan menjadi prioritas utama sebelum IKN sepenuhnya siap menerima ASN dan masyarakat umum.
Pembangunan IKN tentu membutuhkan waktu dan perhatian untuk memastikan bahwa semua aspek kehidupan, dari tempat tinggal hingga tempat bekerja dan berbisnis, dapat berjalan dengan baik.
Hal ini pun menjadi tantangan bagi pengusaha hotel, yang mengharapkan kepastian infrastruktur dan permukiman untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pertumbuhan sektor perhotelan di IKN. (*)