IKNPOS.ID – Suasana Teras Samarinda di Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, terlihat semarak saat pembukaan Festival Mahakam 2024.
Acara tahunan ini diawali dengan hiburan band lokal dan tarian kreasi khas Benua Etam, disusul dengan seremoni pemukulan himar oleh Plt Walikota Samarinda, Rusmadi Wongso, didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Pariwisata (Kadisporapar) Samarinda, Muslimin, serta Dandim 0901/Samarinda, Kolonel Inf Yusuf Dody Candra.
Festival Masuk Agenda Pariwisata Nasional
Kadisporapar Samarinda, Muslimin, menjelaskan bahwa Festival Mahakam telah menjadi bagian dari agenda pariwisata nasional. Acara ini menghadirkan beragam seni budaya dan musik untuk menghibur warga serta wisatawan.
“Samarinda ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata sebagai subsektor Musik Ekonomi Kreatif, sehingga berbagai acara digelar di Samarinda Fest sepanjang 11-17 November. Masyarakat bisa memantau jadwal kegiatan melalui media sosial Disporapar seperti website, Instagram, TikTok, dan Facebook,” ujar Muslimin.
Ia juga menyebut keberadaan Teras Samarinda sangat membantu dalam penyelenggaraan acara.
“Dengan fasilitas panggung besar dan tempat duduk yang tersedia, kami tidak perlu lagi repot menyiapkan sarana tambahan. Ke depan, kami berharap setiap bulan di tahun 2025 akan ada pertunjukan seni dan budaya di sini,” tambahnya.
Muslimin optimistis Teras Samarinda bisa menjadi pusat hiburan musik, termasuk menampilkan musisi asal Samarinda.
“Jika kita ingin Teras Samarinda lebih dikenal, maka kita harus terus meningkatkan jumlah kegiatan, dan dukungan semua pihak sangat dibutuhkan,” lanjutnya.
Pesan Pilkada Damai
Dalam sambutannya, Plt Walikota Samarinda, Rusmadi Wongso, mengungkapkan kebanggaannya karena Festival Mahakam masuk dalam daftar 100 event Wonderful Indonesia.
“Samarinda dan Mahakam adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Sejarah mencatat pentingnya Sungai Mahakam bagi perkembangan kota ini, termasuk saat pusat kerajaan berpindah dari Kutai Lama ke Tenggarong pada 1732. Kini, Samarinda semakin maju, dan Festival Mahakam menjadi momentum untuk melestarikan seni budaya kita sekaligus menggerakkan perekonomian daerah,” ujarnya.