“Kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak juga menjadi faktor penyebab,” ungkapnya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Disdikbud Kaltim melakukan berbagai upaya, di antaranya memperbaiki infrastruktur sekolah. Pemerintah memprioritaskan pembangunan dan rehabilitasi sekolah, terutama di daerah terpencil dan perbatasan.
Pemerintah juga menyediakan bantuan beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan sekolah, serta meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan profesionalisme.
Upaya lain yang akan dilakukan adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan bagi masa depan anak, serta mengembangkan sekolah berasrama terutama di daerah perbatasan untuk memudahkan akses pendidikan bagi anak-anak yang tinggal jauh dari sekolah.
Irhamsyah menambahkan, pihaknya juga akan menyusun target penurunan angka putus sekolah dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
Target tersebut akan dirumuskan bersama tim validasi data dan diharapkan dapat tercapai secara terukur.
Pihaknya berupaya keras melalui kolaborasi dengan semua pihak untuk mengatasi permasalahan putus sekolah ini.
“Kami ingin mewujudkan Kalimantan Timur yang berkualitas dan berdaya saing melalui peningkatan akses dan mutu pendidikan bagi seluruh anak,” ujar Irhamsyah.