IKNPOS.ID – Tidak hanya tambang dan energi, sektor perkebunan di Kalimantan Timur (Kaltim) mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan daerah penyangga Ibu Kota Nusantara.
Saat ini ada lima komoditas perkebunan unggulan yang terus dikembangkan di Kalimantan Timur, yakni, kakao, karet, kelapa sawit, lada dan kelapa bulat.
Selain pertumbuhan ekonomi, pembangunan perkebunan dapat mempertahankan kawasan hijau, termasuk sebagai perlindungan Area Nilai Konservasi Tinggi (ANKT).
Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) merupakan organisasi konservasi berbasis melindungi daratan & perairan mengapreasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang sejak lama mengusung jargon ‘Kaltim Green’ untuk mengembangkan perkebunan.
Manajer Senior Program Terestrial YKAN) Niel Makinuddin mengatakan, jargon “Kaltim Green” yang sejak lama diusung Kaltim untuk pembangunan hijau dan berkelanjutan, diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari subsektor perkebunan.
“Pemprov Kaltim menetapkan lima komoditas perkebunan unggulan yang kini terus dikembangkan, yakni komoditas kakao, karet, kelapa sawit, lada, dan kelapa bulat, dengan pengelolaan perkebunan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis 24 Oktober 2024.
Pihaknya memberi apresiasi tinggi terhadap pembangunan perkebunan berkelanjutan, karena selain untuk mendongkrak perekonomian juga untuk mempertahankan kawasan hijau.
Termasuk sebagai perlindungan pada Area Nilai Konservasi Tinggi (ANKT) untuk kelestarian keanekaragaman hayati dan lanskap perkebunan.
Menurut dia, jika perkebunan dikelola secara profesional dan menghasilkan produk hulu hingga hilir berkualitas tinggi, akan memiliki peluang besar masuk pasar ekspor.
Dia yakni karena bahan pangan dan turunan dari perkebunan dibutuhkan setiap negara, sehingga ke depan bisa mengungguli ekspor batu bara.
“Bayangkan suatu saat nanti masyarakat lebih mengenal kelapa bulat, kakao, karet Kaltim yang menjadi andalan ekspor ketimbang batu bara. Apalagi saat ini ekspor kelapa sawit makin meluas meski perlu terus dilakukan hilirisasi,” ujar Niel.