Rumah Gratis dengan Konsep Inklusif
Dalam proyek ini, Maruarar juga memiliki visi menciptakan hunian inklusif yang dapat diakses oleh berbagai kalangan.
Tidak hanya untuk masyarakat umum, rumah-rumah ini diharapkan dapat dihuni oleh guru, anggota TNI, dan Polri yang berpenghasilan rendah, khususnya mereka yang jarang berpindah tugas.
Dengan demikian, program ini akan menjadi model percontohan hunian gratis yang mencerminkan keragaman sosial.
“Saya ingin area perumahan ini tidak eksklusif, melainkan bervariasi penghuninya. Ada ASN, TNI, Polisi, dan masyarakat umum, sehingga bisa jadi role model perumahan inklusif,” tandasnya.
Menggandeng Pihak Swasta dalam Pembangunan Berkelanjutan
Dalam kesempatan tersebut, Maruarar juga menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan lain, seperti Intiland, juga diharapkan turut serta dalam pembangunan perumahan rakyat dengan skema yang sesuai.
Program ini tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, namun juga diharapkan dapat meningkatkan lapangan pekerjaan dan memajukan industri properti nasional.
Dukungan dan Doa untuk Kesuksesan Program
Di penghujung acara, Maruarar meminta dukungan dari masyarakat agar rencana kerjanya berjalan lancar di lapangan. Ia berharap program perumahan ini tidak hanya menjadi solusi kebutuhan hunian, tetapi juga membawa dampak sosial yang positif bagi masyarakat.
“Tolong doakan ya semoga berhasil. Dengan kolaborasi dan gotong royong, semoga kita bisa menciptakan hunian yang layak, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Maruarar Sirait.