Catatan Dahlan Iskan

Kemenkeu Satu

Share
Share

Ide awal Prabowo itu datang dari tim ahli ekonominya. Ketuanya: Burhanuddin Abdullah –mantan gubernur Bank Indonesia. Dengan Kemenkeu dipisah, pendapatan negara bisa naik. Sampai 23 persen.

Alasan lain: tanpa perubahan, pendapatan negara akan begitu-begitu saja. Rasio pajak tidak akan pernah melewati angka 12 persen. Padahal idealnya harus sudah 15 persen.

Tapi semua itu baru teori. Burhanuddin sendiri sekarang menjabat komisaris utama PLN yang baru. Menggantikan mantan gubernur BI dan Menkeu Agus Martowardojo.

Akhirnya Kemenkeu Satu yang dipilih Prabowo. Toh selama ini pendapatan negara selalu mencapai angka yang ditargetkan. Pilih aman.

Tiga tahun terakhir saya sering terlibat di acara-acara Kemenkeu tingkat provinsi. Dalam setiap acara selalu ditulis motto baru: Kemenkeu Satu.

Mula-mula saya tidak mengerti maksudnya. Ternyata ada asbabun nuzulnya: begitu sulit menyinkronkan bagian-bagian besar dalam Kemenkeu. Semuanya raja: pajak, bea cukai, perbendaharaan, anggaran, dan banyak lagi.

Maka kampanye besar-besaran pun dilakukan. Penyatuan budaya kerja Kemenkeu: orang Kemenkeu bisa dipercaya.

Gencarnya kampanye Kemenkeu Satu mungkin hanya kalah seru dengan kampanye budaya kerja di Kementerian BUMN: ber-AKHLAK.

Mungkin kampanye Kemenkeu Satu sudah begitu berhasilnya sehingga kemesraan itu janganlah cepat berlalu. (Dahlan Iskan)

 

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Bertahan Menyerang

Oleh: Dahlan Iskan Ayolah ramai-ramai memuji Presiden Donald Trump –saya tidak keberatan...

Catatan Dahlan Iskan

Cari Muka

Oleh: Dahlan Iskan "Papa saya masih aktif mengajar," ujar Ina Silas. Saya...

Jalan Baru
Catatan Dahlan Iskan

Jalan Baru

Oleh: Dahlan Iskan Di Amerika sendiri banyak yang berdoa agar perundingan Amerika-Iran...

Catatan Dahlan Iskan

Hotel Syiah

Oleh: Dahlan Iskan Jangan kaget: hotel mewah bintang lima yang dipakai tempat...