IKNPOS.ID – Pembangunan ruas tol Ibu Kota Nusantara (IKN) segmen 6A, 6B, dan 6C masih mengalami hambatan akibat proses pembebasan lahan yang belum tuntas.
Sebagian dari ruas tol tersebut bahkan disebut-sebut bisa difungsikan sebagai landasan pacu atau runway pesawat dalam kondisi tertentu.
Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Sumadilaga, menyampaikan bahwa pihaknya sedang dalam proses penyelesaian ganti rugi lahan. Total luas lahan yang terdampak pembangunan tol hampir mencapai 45 hektare.
“Totalnya kan 6A, 6B, dan 6C itu sekitar 44, hampir 45 hektare. Saat ini dalam proses ganti rugi,” kata Danis di Kantornya, ditulis Sabtu, 21 September 2024.
Adapun rincian ruas tol yang terdampak meliputi Seksi 6A (Riko-Rencana Outer Ring Road IKN), Seksi 6B (Rencana Outer Ring Road-Sp ITCI), dan Seksi 6C (Sp ITCI-Sp 1B Sumbu Kebangsaan Sisi Timur KIPP).
Menariknya, tol Seksi 6A dalam keadaan tertentu dapat digunakan sebagai landasan pacu pesawat. Meski demikian, pembangunan ini terganjal oleh sengketa lahan yang masih dalam proses penyelesaian.
Pembebasan lahan tersebut mengikuti aturan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2024 tentang Percepatan Pembangunan Ibu Kota Nusantara.
“Meski statusnya Aset Dalam Penguasaan (ADP) atau milik negara, di beberapa lokasi masih ada penduduk yang bermukim,” jelas Danis.
Kementerian PUPR sendiri telah menyiapkan dana ganti rugi untuk masyarakat yang lahannya terdampak, namun proses penaksiran harga tanah (appraisal) dan diskusi dengan warga masih berjalan.
“Uangnya sudah ada. Tinggal menunggu appraisal dan persetujuan masyarakat untuk kami bayarkan. Sekarang dalam proses,” tambahnya.
Danis menargetkan permasalahan pembebasan lahan dapat diselesaikan pada Oktober atau November tahun ini sehingga pembangunan tol bisa segera dilanjutkan secara menyeluruh.
Hingga saat ini, segmen tol yang tidak terdampak sengketa lahan terus dikerjakan, dengan progres pembangunan diperkirakan sudah mencapai lebih dari 40%.
“Kami targetkan Oktober-November ini mulai penyaluran ganti rugi. Sekarang ada bagian yang sudah bebas, dan pembangunan di sana terus berjalan,” pungkasnya.