Home News Pengamat: Budaya di IKN Harus Dibangun Selaras dengan Pembangunan Infrastruktur
News

Pengamat: Budaya di IKN Harus Dibangun Selaras dengan Pembangunan Infrastruktur

Share
Share

IKNPOS.ID – Kemajuan budaya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim) harus dibangun selaras dengan pembangunan infrastruktur yang ada di wilayah tersebut. Hal itu diungkapkan pengamat dan ahli budaya dari Universitas Mulawarman, Samarinda Dr Syaiful Arifin.

Menurut Syaiful, pembangunan IKN di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim bisa menyebabkan budaya lokal masyarakat, seperti Suku Balik yang mendiami lokasi tersebut, bisa tergerus. Hal itu terjadi seiring banyaknya pendatang dari berbagai wilayah ke daerah tersebut, yang juga membawa budaya masing-masing

“Selain suku Balik di Kecamatan Sepaku yang menjadi Lokasi IKN, di Kalimantan Timur, ada empat kelompok suku besar yaitu Suku Kutai, Suku Dayak, Suku Paser, dan Suku Berau. Keempat suku ini ada dua yang lingkungan tempat tinggalnya terdekat dengan lokasi pemerintahan IKN yaitu Kutai dan Paser,” jelas Syaiful dalam diskusi budaya yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin, 9 September 2024.

Syaiful mengungkapkan hasil sensus pada 2020 menunjukkan jumlah masyarakat Suku Kutai yang berada di wilayah tersebut hanya tinggal sekitar sembilan persen, sedangkan suku tersebut memiliki banyak cerita rakyat yang memiliki nilai budaya dan kearifan lokal.

Ia menyebutkan, Suku Kutai memiliki beragam sastra lisan seperti tarasul atau tarsulan, bedandeng, tingkilan, dan kenjongan atau bekenjong. Sedangkan, suku tersebut juga memiliki berbagai cerita rakyat seperti mite atau mitos, legenda, dan dongeng.

“Cerita rakyat sudah tentu mengandung muatan budaya kearifan lokal. Jadi, sangatlah disayangkan kalau cerita rakyat yang ada di lingkungan hutan tropis basah Kalimantan Timur akan sirna karena IKN,” ujarnya.

Beberapa mite yang terkenal, lanjut dia, seperti mite Hantu Urang, Hantu Aer, dan Hantu Belau, telah menjadi kearifan lokal secara turun temurun, yang berfungsi mengajak anak-anak agar pulang ke rumahnya masing-masing sebelum matahari terbenam.

Di samping itu terdapat pula berbagai legenda seperti Legenda Aji Bidara Putih,Jukut Baong, Sungai Masabang, Jukut Pesut, dan lain sebagainya yang menceritakan tentang asal-muasal Suku Kutai, Kerajaan Kutai, bagaimana berperilaku terhadap alam, dan lain sebagainya.

Share
Related Articles
News

Daftar Teknologi Pencegahan Banjir yang Perlu Diterapkan Kota-kota Besar

IKNPOS.ID - Banjir di kota besar bukan hanya soal curah hujan tinggi,...

News

Fenomena Langit Pink di West Midlands Terungkap

IKNPOS.ID - Fenomena langit pink yang mengejutkan warga West Midlands, Inggris, akhirnya...

News

AS Kenakan Tarif Perdagangan 25 Persen pada Negara Mitra Iran

IKNPOS.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif perdagangan sebesar...

WNI diculik bajak laut di Gabon
News

Breaking News! 4 WNI Jadi Korban Penculikan Bajak Laut Bersenjata di Perairan Gabon

IKNPOS.ID - Kabar mengejutkan datang dari perairan Afrika Tengah setelah sejumlah Warga...