IKNPOS.ID – Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menekankan pentingnya penggunaan teknologi digital untuk mengembangkan potensi diri dan menyebarkan pengetahuan kepada generasi muda lainnya.
Hal itu ia sampaikan pada penyelenggaraan Festival Harmoni Budaya Nusantara (FHBN) 2024 yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Salah satu agenda utama tahun ini adalah diskusi bertajuk Gen Digital Revolusi Mental, yang bertujuan mengajak para konten kreator dari Kabupaten Penajam Paser Utara dan Balikpapan untuk meningkatkan kapasitas diri melalui media digital.
“Penting sekali kita gunakan teknologi digital untuk meningkatkan kapasitas diri kita, untuk nantinya berbagi kepada teman-teman muda yang lain melalui media digital,” ujar Woro pada Sabtu, 7 September 2024.
Peran Digital di Kalangan Anak Muda
Woro mencatat bahwa penetrasi internet di kalangan anak muda di Indonesia telah mencapai lebih dari 90%.
Namun, ia mengingatkan agar generasi muda, terutama para konten kreator, lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menyebarkan informasi.
“Penetrasi internet di kalangan anak muda saat ini sudah lebih dari 90%. Kita mudah terhubung dengan internet, tetapi juga mudah mendapatkan informasi yang buruk maupun baik,” tuturnya.
Woro menekankan bahwa konten kreator memiliki tanggung jawab penting untuk menyebarkan narasi positif di media sosial.
“Influencing seseorang itu tidak mudah, tetapi jangan patah semangat. Gagal sekali, maju lagi. Kita harus memulai dari diri kita sendiri,” tambahnya.
Bijak dalam Membuat dan Menyebarkan Konten
Staf Ahli Bidang Transformasi Birokrasi Kemenko PMK, Aris Darmansyah Edisaputra, juga memberikan pandangannya dalam diskusi tersebut.
Ia mengingatkan generasi muda yang memiliki banyak pengikut di media sosial untuk selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya.
“Pada saat membuat konten, jangan asal, tetapi cek dulu apakah informasinya benar atau tidak. Mungkin bagi diri sendiri bagus, tetapi belum tentu bagi orang lain,” ungkap Aris.