Catatan Dahlan Iskan

Nostra Aetate

Share
Kementerian Agama menjelaskan maksud dari tujuan penggantian penyiaran Azan Magrib saat Misa Akbar bersama Paus Fransiskus.-X/@m_nurfatoni-
Share

Lembaga Vatikan yang memberinya beasiswa itu adalah Nostra Aetate Pontifical Council of Interfaith Dialogue.

Nama ”Nostra Aetate” diambil dari kata pertama dalam Konsili Vatikan II tahun 1962 yang disahkan tahun 1965.

Saat itulah Gereja Katolik menyatakan bahwa ”Keselamatan” juga bisa datang dari agama lain selain Katolik. Ini revolusi besar di gereja Katolik: mengakui kebenaran tidak hanya ada di agama Katolik.

”Nostra Aetate” artinya ”Zaman Kita”. Keputusan itu diambil dalam sidang besar para Uskup sedunia lewat pemungutan suara dengan hasil 2.221 lawan 88.

Rasanya baru Katolik yang mau mengakui bahwa kebenaran juga ada di agama lain.

Bulan depan, 28 Oktober, keputusan besar itu berumur 59 tahun. Di peringatan ke-60 tahun depan, Kiai Yusuf diundang ke Vatikan. Ia sudah mendapat undangannya.

Sejak Kiai Yusuf tersebut kini sudah ada tujuh orang Islam Indonesia yang menerima beasiswa Nostra Aetate.

Mereka adalah Aan Rukmana (dosen universitas Paramadina); Gayatri Muthahari, aktivis Lintas Iman ICRP, Jakarta; Dewi Praswida Semarang (aktivis Gusdurian), Deni Iskandar asal Pandeglang, yang juga salah satu murid Abuya KH Ahmad Muhtadi.

Saya juga kenal beberapa orang Indonesia yang sering diterima Uskup di Vatikan. Mereka adalah pengusaha Katolik. Uskup Fransiskus pasti tidak asing ketika minggu ini berada di Indonesia. (Dahlan Iskan)

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Agus Mustofa

Oleh: Dahlan Iskan Lima jam sebelum meninggal ia memanggil putrinya: Citra P....

Catatan Dahlan Iskan--Rumah Ahmadi
Catatan Dahlan Iskan

Rumah Ahmadi

INILAH hak paten yang didapat Dasep Ahmadi di usia 60 tahunnya: ''rumah'' baterai....

Catatan Dahlan Iskan

Kang Dasep

Oleh: Dahlan Iskan Semasih mahasiswa pun ia sudah menjuarai lomba robot tingkat...

Rencana Pindah
Catatan Dahlan Iskan

Rencana Pindah

Oleh: Dahlan Iskan Kian simpang siur. Pun setelah seluruh dunia ikut menderita...