Catatan Dahlan Iskan

Nasib Kakak

Share
Share

Waktu itu pilihan tersulit baginyi. Sekolah atau mencari nafkah. Nilai akademiknyi begitu baik. Tapi dia kakak tertua. Harus memberi makan dua adik dan ibunda. Kerja pun tidak banyak pilihan. Tidak boleh jauh dari desanyi: harus sambil merawat ibunda.

“Gak apa-apa. Saya gak butuh gelar akademis. Saya lebih bangga jadi kakak yang baik. Bisa ngayomi adik-adik, meringankan beban orang tua.

Hingga kini saya tidak menyesali pilihan itu,” tulisnya.

Orang seperti wanita Disway Indramayu inilah yang paling marah setiap kali membaca berita korupsi. Atau penyalahgunaan kekuasaan. Atau nepotisme.

Dia memang menolong adik tapi dengan keringat dan air mata, bukan lewat kekuasaan. Dan dia tidak sendiri. (Dahlan Iskan)

 

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Utang Tuhan

Oleh: Dahlan Iskan Iran itu bapaknya tauhid --tuhan itu esa. Yakni ketika...

Catatan Dahlan Iskan

Zaman Batu

Oleh: Dahlan Iskan Hari ini adalah deadline yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat...

AWS, Microsoft, Google, dan Oracle adalah milik Amerika.
Catatan Dahlan Iskan

Kompor Oracle

Catatan Dahlan Iskan

Catatan Dahlan Iskan

Agus Mustofa

Oleh: Dahlan Iskan Lima jam sebelum meninggal ia memanggil putrinya: Citra P....