Home Pemerintahan Minta Tambahan Anggaran Rp 27, 8 Triliun, Otorita IKN Beberkan Rinciannya ke DPR
Pemerintahan

Minta Tambahan Anggaran Rp 27, 8 Triliun, Otorita IKN Beberkan Rinciannya ke DPR

Share
Plt Wakil Kepala OIKN, Raja Juli Antoni saat rapat kerja pembahasan anggaran Bersama Komisi II DPR RI di Komplek Senayan,Jakarta, Senin 10 Juni 2024.
Plt Wakil Kepala OIKN, Raja Juli Antoni saat rapat kerja pembahasan anggaran Bersama Komisi II DPR RI di Komplek Senayan,Jakarta, Senin 10 Juni 2024.
Share

IKNPOS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 27,8 triliun untuk biaya pembangunan 2025. Sebelumnya, pagu tahun anggaran (TA) 2025 OIKN sebesar Rp 505,5 miliar.

Usulan tambahan anggaran sebesar Rp 27,8 triliun disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama (RDP) Komisi II DPR RI Senin 9 September 2024.

Plt Wakil Kepala Otorita IKN, Raja Juli Antoni menyebut pihaknya melakukan penajaman terkait usulan tambahan anggaran sebesar Rp 27,8 triliun agar tidak terjadi kegiatan pembangunan yang tumpeng tindih antara OIKN dan kemennterian.

“Kami melakukan penajaman usulan tambahan anggaran menjadi Rp 27,8 triliun,” ujar Raja Juli, di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta Pusat.

Semula, lanjut Raja Juli OIKN mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 29,8 triliun. Usulan itu telah dicatat dan disetujui oleh anggota Komisi II DPR RI.

Tetapi ternyata usulan itu tidak tertampung dalam alokasi anggaran IKN 2025.

“Usulannya dicatat dan mendapat persetujuan anggota Komisi II DPR, namun usulannya tidak tertampung pada alokasi anggaran oleh IKN 2025 yang ditampilkan pada tanggal 19 Juli 2024,” ujarnya.

Namun demikian, menurut politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) besar panggung anggaran OIKN tidak mengalami perubahan dibandingkan panggung indikatif sebelumnya,

Raja Juli menyebutkan alokasi tambahan anggaran sebesar Rp 27,8 triliun itu berdasarkan usulan dari enam kedeputian.

Dia memerinci enam kedeputian yang mengusulkan tambahan anggaran tersebut yakni  Kedeputian Bidang Perencanaan dan Pertanahan mengusulkan Rp 788,5 miliar,

Kedeputian Bidang Pengendalian Pembangunan Rp 106,1 miliar, Kedeputian Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Rp 62,5 miliar, Kedeputian Bidang Transportasi Hijau dan Digital Rp 37,7 miliar, Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Rp 63 miliar, dan Kedeputian Bidang Sarana dan Prasarana Rp 26,7 triliun.

Dia mengakui usulan anggaran dari Kedeputin Bidang Sarana dan Prasrana paling signifikan. Menurutnya, anggaran tersebut akan digunakan untuk melengkapi ekosistem terbangun pada 2025 di IKN.

Share
Related Articles
Jepang Kepincut IKN, 34 Perusahaan Siap Gelontorkan Investasi
Pemerintahan

Jepang Kepincut IKN! 34 Perusahaan Siap Gelontorkan Investasi

IKNPOS.ID - Minat investor Jepang terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin...

Kaltim 'KETIBAN DURIAN RUNTUH', Belanja Pemerintah Gila-gilaan, IKN Jadi SUMBER CUAN
Pemerintahan

Kaltim ‘KETIBAN DURIAN RUNTUH’! Belanja Pemerintah Gila-gilaan, IKN Jadi SUMBER CUAN?

IKNPOS.ID - Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi pusat perhatian ekonomi nasional pada tahun...

Wapres Gibran saat mengunjungi IKN.
Pemerintahan

Tak Pernah Tidur di Hotel, Gibran Pilih Inap di Rusun ASN dan Rumah Menteri Saat ke IKN

IKNPOS.ID - Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan...

Wapres Gibran melakukan kunjungan kerja ke IKN.
PemerintahanUncategorized

Ramai Tuduhan Foto IKN Rekayasa AI, Wapres Gibran: Coba Tanya Roy Suryo

IKNPOS.ID - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menekankan bahwa pemerintah memberikan...