IKNPOS.ID – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, melakukan peninjauan terhadap tower hunian yang diperuntukkan bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Peninjauan tersebut dilaksanakan usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin serta jajaran menteri dan kepala lembaga dari Kabinet Indonesia Maju (KIM).
Dalam kesempatan itu, Anas mengungkapkan bahwa fasilitas hunian yang tersedia bagi ASN telah dirancang dengan nyaman dan siap ditempati oleh ASN beserta keluarga mereka.
Menurutnya, hunian yang layak akan mendukung kinerja ASN yang akan bertugas di IKN.
“Hunian bagi ASN tempatnya sangat nyaman menurut saya. Presiden sudah memutuskan bahwa satu keluarga akan menempati satu unit, tidak lagi sharing,” jelas Anas.
Fasilitas Hunian Modern dan Ramah Teknologi
Setiap unit hunian ASN di IKN dirancang modern dengan konsep smart home system. ASN dapat mengakses unit mereka dengan mudah menggunakan sistem scan barcode.
Hunian tersebut memiliki fasilitas lengkap, termasuk satu kamar utama dengan kamar mandi pribadi, dua kamar tambahan, ruang tamu, ruang makan, dapur, dan ruang cuci piring.
Fasilitas ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga ASN, sehingga mereka dapat tinggal dengan nyaman selama bertugas di IKN.
Anas juga menambahkan bahwa hunian ASN ini memiliki lokasi strategis yang dekat dengan Sumbu Kebangsaan IKN, memungkinkan ASN dan keluarga untuk berolahraga atau berjalan kaki menuju pusat perkantoran.
“Sudah ada 560 unit yang siap, dan Presiden berharap hunian ini terintegrasi dengan sistem digital serta kualitasnya terjaga dengan baik,” ujar Anas.
Target Pembangunan 47 Tower Hunian
Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), total jumlah tower hunian yang ditargetkan untuk ASN dan TNI/Polri adalah 47 tower, yang mencakup sekitar 2.820 unit hunian.
Pada tahap awal, sebanyak 29 tower atau sekitar 1.740 unit hunian akan ditempati oleh ASN, sementara sisanya akan ditempati oleh prajurit TNI dan anggota Polri.