Pulang dari Amerika itulah ia ditempatkan di BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan). “Kalau terus di sana saya bisa jadi eselon satu. Karier saya bagus sekali,” katanya.
Amien pilih berhenti. Umurnya, saat itu, baru 40 tahun.
Ia merasa bekerja di BPKP tidak banyak bermanfaat. Kontribusinya untuk negara kecil sekali. Ia punya pemikiran sangat ideal: untuk memperbaiki negara harus memperbaiki kementerian-kementerian. Untuk memperbaiki kementerian, BPKP harus dibubarkan.
Amienlah orang BPKP yang ingin BPKP dibubarkan.
Akhirnya Amien bekerja di perusahaan keuangan internasional: PwC. Saat itulah KPK dibentuk. Mencari pimpinan. “Pimpinan saya di PwC yang mendorong saya untuk kendaftar ke KPK,” katanya.
Amien pernah berjuang agar strategi pemberantasan korupsi diubah ke suap-menyuap. Tapi para jaksa di KPK tidak mau. Pernah ia paksakan: dalam kasus ketua KPU. Berhasil.
Saya pun sampai pada inti pertanyaan: mengapa mereka tidak mau fokus ke suap-menyuap.
Awalnya agak sulit mendapatkan jawaban yang to the point. Tapi akhirnya Amien berkata: kalau fokusnya beralih ke suap menyuap akan terjadi senjata makan tuan. (Dahlan Iskan)